Breaking News:

Berita Banjarmasin

Investor Korea Belum Pilih Proyek, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar Berharap Lancar

Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar minta doa masyarakat agar investor Korsel akan pilih salah satu proyek yang ditawarkan, bangun jalan, kereta, pelabuhan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
PENUMPANG.KAI.ID
ILUSTRASI - Kereta api. Keinginan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa tahun lalu, ada jalur kereta dari Kota Tanjung Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perusahaan Korea Selatan PT Fasific Global Investment yang sudah melakukan MOU dengan Pemprov Kalimantan Selatan, hingga kini belum menetapkan keputusan.

Hal itu diungkapkan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar setelah melakukan pertemuan di DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (22/7/2021).

Pihaknya sedang membuat kajian mendalam terkait proyek mana yang akan dipilih oleh Investor Korsel tersebut.

"Kami edang membuat kajian mendalam apakah nanti mereka akan segera berinvestasi di proyek mana, bentuk kerja sama seperti apa, pembiayaannya seperti apa. Doakan saja agar berjalan lancar," ujarnya.

Baca juga: Sekda Kotabaru Optimis Pembangunan Jembatan Terpanjang di Kalsel Dilanjutkan

Baca juga: Komisi III DPRD Kalsel Janji Prioritaskan Infrastruktur Jalan Menuju Objek Wisata

Memang, ungkap Roy, beberapa proyek yang ditawarkan Pemprov Kalsel akan membuat investor berpikir berulang kali dalam menginvestasikan uangnya. Terlebih di masa pandemi, saat ekonomi sedang turun.

"Kami harapkan pandemi cepat selesai, ekonomi cepat tumbuh kembali sehingga investor tertarik lagi berinvestasi di Kalsel," tambahnya.

Beberapa proyek yang ditawarkan Pemprov Kalsel kepada investor, yakni Jembatan Pulaulaut senilai Rp 3,6 triliun.

Saat ini, jembatan yang terletak di antara Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanbu (Tanah Bumbu) itu sudah terbangun jalan penghubung. Sedangkan bentang utama jembatan yang akan dibangun sepanjang 700 meter.

Baca juga: Kalsel Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur ke Investor Korea

Baca juga: Investor Cina Mulai Tanya-tanya Program Perkeretaapian di Kalimantan Selatan

Proyek lain adalah Jalan tembus Kabupaten Banjar-Tanbu sepanjang 157 kilometer. Estimasi biaya Rp 14,3 triliun dengan tawaran pola pinjaman daerah kepada investor.

Selanjutnya, proyek yang ditawarkan adalah jalur kereta api kalsel sepanjang 215 kilometer. Menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung Kabupaten Tabalong dengan perkiaraan biaya Rp 25,7 triliun.

Selanjutnya, pembangunan Pelabuhan Trisakti baru senilai Rp 220 miliar di Kota Banjarmasin. Jika proyek ini ditambah dengan kawasan industri terpadu di Mantuil, investasi diperkirakan mencapai Rp 2 triliun.

Jembatan pendekat tahap satu yang selesai dibangun di wilayah Tanjung Serdang, Kotabaru
Bagian ujung embatan di wilayah Tanjung Serdang Kabupaten Kotabaru yang sudah terbangun dan rencananya terhubung ke Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) , Provinsi Kalimantan Selatan. Bertahun-tahun mangkrak tak berlanjut lagi karena tak ada dana yang mencapai triliunan rupiah (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Terakhir, pembangunan Pusat Jantung Terpadu di RSUD Ulin Banjarmasin senilai Rp 175 miliar dengan pola kerja sama berupa pinjaman.

Perencanaan proyek-proyek besar Pemprov Kalsel ini sudah dimulai sejak 2016, namun hingga kini belum bisa diselesaikan pembangunannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved