Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kemiskinan di Kalsel Mencapai 208,11 Ribu Orang, Sebagian Pekerja Kena PHK

Angka kemiskinan di Kalimantan Selatan naik dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel yang Kamis 15 Juli 2021 tadi

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Milna sari
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kalsel Gusnanda 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Angka kemiskinan di Kalimantan Selatan naik dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel yang Kamis 15 Juli 2021 tadi merilis angka kemiskinan data terakhir mereka, penduduk miskin di Banua pada periode Maret 2021 mencapai 208,11 ribu. Angka ini bertambah 20,24 ribu dibandingkan Maret 2020.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Gusnanda Kamis (22/7/2021) membenarkan angka kemiskinan yang naik di Kalsel. Hal itu juga sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kalsel yang juga naik dari tahun sebelumnya.

"Data jumlah DTKS di Oktober 2020 kemarin kisarannya segitu juga, saya kurang hapal," ujarnya.

Bertambahnya jumlah warga miskin di Kalsel menurutnya diperkirakan akibat pandemi Covid 19 yang sangat berdampak kepada masyarakat. Dampak Pandemi mulai dari pemutusan hubungan kerja, pembatasan kegiatan dan perekonomian di masyarakat menurutnya akan berpengaruh terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Kemenag Balangan Potong Empat Ekor Sapi, Bagikan ke Fakir Miskin di Sekitar Kantor

Baca juga: Huni Rumah Reot, Janda Miskin di Desa Pulausari Kabupaten Tanahlaut Terharu Kediamannya Direnovasi

Baca juga: Tingkatkan Layanan Bansos Warga Miskin dan Santunan Kematian di Tanbu, Wabup Kunjungan ke Balangan

Baca juga: RMF Janji Siapkan Ambulans untuk Pasien ODGJ Warga Miskin di HST

Meski Kalsel tak menerapkan PPKM darurat namun pembatasan di Jawa dan Bali menurutnya juga berdampak. Pemerintah kabupaten kota juga membatasi kegiatan sosial sehingga ekonomi di Kalsel juga menurun.

Berbagai bantuan misalnya Bantuan Sosial Tunas (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai juga masih terus diberikan untuk mengindari munculnya warga miskin baru.

"Terbaru kita dapat info akan ada bantuan besar dari pemerintah 10 kilogram per keluarga yang terdampak Pandemi Covid 19," katanya.

Sementara Kepala BPS Kalsel Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, jika dibandingkan dengan September 2020 penduduk miskin juga bertambah. Dari 206,92 ribu, menjadi 208,11 ribu orang.

Dia mengungkapkan, jika berdasarkan tempat tinggal pada periode September 2020 - Maret 2021 jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat 2,28 ribu. "Sedangkan di perdesaan mengalami penurunan sebanyak 1,09 ribu," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved