Wabah Corona

Kiat Perilaku Sehat Islami Menghadapi Pandemi, Memperkuat Iman dan Imun dari dalam Diri

Inilah kiat-kiat perilaku hidup sehat dan islami menghadapi pandemi.Adanya pandemi Covid-19 menanamkan kekuatan dan keimanan di dalam diri kita.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Petugas vaksinasi Covid-19 sedang memberikan pelayanan. 

-Reaksi fisik seperti sakit kepala, nyeri tubuh, masalah perut dan ruam kulit

-Masalah kesehatan kronis yang memburuk

-Kondisi kesehatan mental yang memburuk

-Peningkatan penggunaan tembakau, alkohol dan zat adiktif lain

Baca juga: VIDEO Pasien Covid-19 RS Bhayangkara Palangkaraya Bertambah Rumah Sakit Darurat Difungsikan

Beberapa cara mengatasi stres selama pandemi yakni:

1. Beristirahat dari menonton, membaca atau mendengar berita termasuk dari media sosial

2. Tahu tentang pandemi memang baik, tetapi mendengar tentang pandemi terus menerus bisa membuat stres

3. Pertimbangkan untuk membatasi berita hanya beberapa kali sehari

4. Jaga kesehatan

5. Lakukan beberapa hal sederhana berikut untuk menjaga tubuh:

-Ambil napas dalam-dalam, dan lakukan meditasi

-Makan teratur dan seimbang

-Berolahraga teratur

-Cukup tidur

-Hindari alcohol, tembakau dan sebagainya

Orang-orang mengantre untuk menerima dosis vaksin virus corona Covid-19 Sinovac di sebuah pusat perbelanjaan di Banda Aceh pada 17 Juli 2021.
Orang-orang mengantre untuk menerima dosis vaksin virus corona Covid-19 Sinovac di sebuah pusat perbelanjaan di Banda Aceh pada 17 Juli 2021. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

-Lakukan pencegahan vaksinasi.

6. Luangkan waktu melepas lelah dengan melakukan beberapa aktivitas yang disukai

7. Terhubung dengan orang lain, dengan mengungkapkan apa saja kekhawatiran dan perasaan Anda

8. Terhubung dengan komunitas atau organisasi berbasis agama.

9. Menuliskan emosi yang Anda rasakan.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres adalah dengan menuliskan emosi yang dirasakan dalam sebuah jurnal. "Emosi kita naik-turun di masa pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Perangi Covid-19, Bupati Tanbu Gelar Salat Dhuha, Doa dan Zikir Serentak di 149 Desa

Menuliskan perasaan tersebut dalam sebuah jurnal bisa membantu kita untuk lebih lepas dan melihat semuanya dari kacamata yang lebih besar," ujar psikolog Susan Albers, PsyD, seperti diberitakan Kompas.com, 7 September 2020, mengutip clevelandclinic.org.

10. Temukan cara baru

Jika telah mencoba cara-cara tertentu untuk mengatasi stres tetapi gagal, maka bisa mencoba mencari cara yang lain.

Albers mengatakan, seseorang bisa mencoba hal-hal baru, alih-alih mengusahakan strategi lama yang sudah tidak berfungsi.

"Daripada fokus dengan apa yang hilang, lebih baik berpikir tentang kesempatan untuk berevolusi," ujar dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved