Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Menjanjikan, Ekspor Albumin Ikan Haruan dan Sarang Walet dari Kalsel

Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan (DJBC Kalbagsel) dapat masukan positif untuk pengembangan ekspor albumin haruan dan sarang walet

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DOK BANJARMASIN POST GROUP
ILUSTRASI - Ikan haruan di Desa Pabaungan Pantai RT 3, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penerimaan kepabeanan dan cukai dibukukan Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) pada semester 1 sebesar Rp 263,64 miliar.

Penerimaan tersebut didominasi bea keluar atas ekspor produk minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO)  dan turunannya sebesar Rp 241.034.617,00.

Kemudian, penerimaan bea masuk yang dihimpun dari importasi zinc powder, sparepart kendaraan, melamine, dan bahan pendukung pembuat kayu lapis sebesar Rp 22.466.389,00.

Disusul , penerimaan cukai dari produk hasil pengolahan tembakau lainnya (vape) sebesar Rp 135.343.080,00. 

Menurut Plt Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagsel, Sondy Mangatas Bornok Simanullanga, Rabu (21/7/2021), pada capaian devisa, hasil neraca perdagangan di Kalsel meraih surplus  senilai Rp 34,45 triliun.

Baca juga: Ekspor Meningkat, Neraca Perdagangan Kalsel Surplus USD 640 Juta

Baca juga: Penguatan Ekspor-Impor Melanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi

"Hasil itu didominasi dari devisa ekspor sumber daya alam, utamanya komoditas Batu Bara, pasir zircon, karet, CPO dan produk turunannya yaitu USD 2.556.599.010.63," sebutnya.

Dijelaskan dia, dalam mendukung program pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN), Bea Cukai Wilayah Kalimantan Selatan bekerja sama dan bersinergi dengan pemprov, aparat penegak hukum, KSOP, Karantina Pertanian dan Tumbuhan, Karantina Hewan, Pelindo dan Angkasa Pura. 

"Pihak terkait telah mendorong beberapa program unggulan untuk meningkatkan perekonomian daerah, semisal program tata kelola industri dan perdagangan rotan," urainya. 

Selanjutnya, sambung dia, mendorong, mengasistensi dan memfasilitasi ekspor kepiting hidup dan frozen shrimp pada Maret 2021 melalui Bandara lntemasional Syamsudin Noor.

Pada April 2021, ekspor perdana umbi porang ke Jepang dengan direct container melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Baca juga: Petani Porang Memakai Pengeringan Matahari, Dinas Pertanian Balangan Tawarkan Oven

Baca juga: Pembudidayaan Tanaman Porang Ternyata Mudah, Bernilai Ekspor Sangat Tinggi

Bahkan, ada masukan positif untuk pengembangan ekspor albumin ikan haruan atau ikan gabus dan ekspor Sarang Walet.

"Sarang walet sudah penjajakan. Mudahan bisa optimal ke depannya. Masukan untuk ekpor albumin ikan gabus,  nanti dikomunikasikan dengan Balai Karantina dan pihak terkait," kata dia.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved