Breaking News:

Berita HSU

Pandemi Covid-19, Tukang Ojek di HSU Keluhkan Sepinya Penumpang

Semenjak adanya pandemic Covid 19 beberapa sumber pendapatan di tengah masuyarkaat juga ikut menurun. Salah satunya adalah bagi para tukang ojek, yang

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Tukang ojek di Amuntai HSU. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Semenjak adanya pandemic Covid 19 beberapa sumber pendapatan di tengah masuyarkaat juga ikut menurun. Salah satunya adalah bagi para tukang ojek, yang biasa angkal di pangkalan.

Ditengah banyaknya warga yang memiliki alat transportasi pribadi jasa ojek sebelumnya masih banyak digunakan oleh warga. Di seputar Kota Amuntai setidakny ada beberapa pangkalan ojek seperti di area terminal, di depan RSUD Pambalah Batung Amuntai dan di Lampu merah Paliwara.

Tamjid salah sau tukang ojek yang sudah puluhan tahun menjadi tukang ojek mengatakan sebelum adanya Covid 19 ada sekitar 20 tukang ojek yang mangkal di pangkalan. Namun saat ini tersisa empat orang, dan yang lainnya kini beralih profesi menjadi buruh, petani dan pekerjaan lain yang lebih menghasilkan.

“Kalau dulu satu hari sekitar Ro 50 ribu masih bisa tapi sekarang dari Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu perhari itupun tidak setiap hari pernah ada yang tiga hari tidak ada penumpang,” ujarnya.

Baca juga:  Takut Terpapar Covid-19, Tukang Ojek di Banjarmasin Ini Antusias Disuntik Vaksin

Baca juga: Kalselpedia, Terminal Catur Banjarbaru Kalsel, Tempat Tukang Ojek Main Catur

Tamjid yang memiliki satu anak ini mengaku untuk mencukupi kebutuhan sehari hari harus berhemat dan mendapat bantuan dari sang istri yang menjadi buruh pembuat lampit. Kadang jika sedang ada pelanggan yang ingin meminta mengantai barang bisa mendapat penghasilan lebih.

Untuk mengantar penumpang dari daerah Kota Amuntai menuju Kecamatan HAur Gading biayanya Rp 20 ribu. JIka mengantar barang ke Kecamatan Babirik biasnya Rp 50 ribu. Menawarkan jasa angkut ke toko toko seperti elektronik atau toko sepeda.

“Kalau ada yang meminta antar barang biasanya pendapatan lebih banyak, atau ada penumpang yang ingin minta diantar dengan tujuan cukup jauh,” ujarnya.

Saat pandemi Covid 19 Tamjid selalu berusaha melaksanakan protocol kesehatan. Meskipun kadang khawatiir karena bertemu banyak orang namun taka da pekerjaan lain yang bisa dilakukan. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved