Breaking News:

Berita HSU

Petani di Lahan Rawa Pulantani Kabupaten HSU Berharap Kemarau Lebih Panjang

Petani di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU, tanam padi di rawa kering saat kemarau. Saat penghujan, padi terendam dan bisa mati.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Pertanian di lahan rawa, Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (22/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Petani saat ini sudah memasuki masa tanam hampir di seluruh lahan rawa -rawa dangkal, di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Untuk beberapa daerah rawa-rawa dalam atau waton 2 masih belum bisa dilakukan penanaman karena air tak lekas surut dan khawatir tak sempat jika dilakukan tanam. 

Karena menanam di daerah rawa-rawa dalam, memang berisiko mengalami gagal panen.

Sebab, lahan pertanian tersebut bisa terendam air saat memasuki musim penghujan dan khawatir sudah terendam sebelum panen. 

Seperti yang diungkapkan Ahmad, salah satu petani di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU.

Baca juga: VIDEO Pandemi Covid-19, Tukang Ojek di HSU Keluhkan Sepinya Penumpang

Baca juga: Stok Oksigen di RSUD Pambalah Batung HSU Kalsel Aman

Untuk daerah rawa-rawa yang dangkal, sudah seluruhnya ditanami padi. Sebagian lagi di daerah rawa dalam.

“Kami berharap musim kemarau lebih lama supaya seluruh daerah yang ditanami padi bisa dipanen tepat waktu,” ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id. 

Sebagian daerah rawa-rawa yang digunakan sebaga lahan pertanian memang merupakan daerah yang cukup dalam.

Bahkan pernah, karena saat musim panen, tetapi daerah rawanya sudah tergenang air. Terpaksa, memanen harus menggunakan perahu.

“Kami berharap musim kemarau lebih panjang supaya seluruh lahan pertanian yang ditanam bisa dipanen,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO Warga Dapat Penghasilan Tambahan dari Wisata Susur Rawa di Kabupaten HSU

Baca juga: Banyak Lahan Rawa di Kabupaten HSU Belum Terjamah, Warga Tak Bisa Ambil Tanaman Purun

Di Kecamatan Haur Gading kadang memang lebih dulu mendapat kiriman air karena dekat dengan sungai besar,  yaitu Sungai Tabalong.

JIka musim penghujan, kadang ada bagian sungai yang meluap dan mengairi lahan rawa yang menjadi lahan pertanian. 

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved