Breaking News:

Berita Tapin

PTM Masih Berisiko, Ketua DPRD Tapin Sebut Keselamatan Peserta Didik Perioritas Utama

Ketua DPRD Tapin mendukung kebijaksanaan Pemkab Tapin yang tidak akan mengambil risiko untuk pembelajaran tatap muka mengingat pandemi masih ada

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Ketua DPRD Kabupaten Tapin, H. Yamani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tapin hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.

Hal ini berdasarkan keputusan Pemerintah Kabupaten Tapin untuk menunda pelaksanaan PTM mengingat pandemi covid-19 masih ada.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tapin, H. Yamani mendukung kebijaksanaan Pemkab Tapin yang tidak akan mengambil risiko untuk pembelajaran tatap muka (PTM) mengingat pandemi covid-19 masih ada.

"Apa yang menjadi Keputusan Pemkab sangat tepat. Saya sudah jauh-jauh hari sangat tidak setuju adanya PTM dan hal ini sudah disampaikan ke komisi II, apapun alasannya," jelasnya, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Sampaikan Dua Raperda dalam Paripurna, Wakil Bupati Tapin Harapkan ini

Baca juga: Paripurna Penyampaian Raperda, Lima Fraksi DPRD Setujui Usulan Pemerintah Kabupaten Tapin

H. Yamani mengatakan kesehatan dan keselamatan peserta didik adalah prioritas utama sementara penanganan covid-19 berlangsung maka PTM harus ditiadakan.

"PTM bisa dilaksanakan asal vaksinasi covid-19 sudah benar menyeluruh dan pandemi memang sudah berakhir," ujarnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Tapin pernah memberlakukan PTM untuk tingkat SD dan SMP pada Mei lalu, namun hal ini berlangsung hanya sehari dan dibatalkan oleh Bupati Tapin.

Bupati Tapin, HM Arifin Arpan kepada Banjarmasinpost.co.id mengakui bahwa untuk pelaksanaan PTM ini cukup sulit sementara di pusat dan beberapa provinsi masih PPKM Darurat.

"Saya tidak berani juga menyatakan kapan harus PTM, kita lihat daerah lain dulu agar kita tidak salah langkah," ujar Bupati.

Arifin Arpan mengatakan meskipun di beberapa sekolah di Kalsel menyuarakan PTM, pihaknya tetap tidak akan memberikan izin untuk pelaksanaan itu di daerahnya.

Baca juga: Kejati Kalsel Dalami Kasus Penyimpangan Dana di Kantor Pos Kotabaru

Sebagai catatan Banjarmasinpost.co.id vaksinasi massal di Kabupaten Tapin pada Jumat lalu (02/07/221), masyarakat yang sudah divaksin untuk dosis pertama sebanyak 15.042 orang dan yang selesai dosis kedua sebanyak 7.067 orang.

Kadinkes Tapin, Alfian Yusuf mengatakan untuk mencapai herd imunity minimal dari jumlah penduduk 80 -90 persen sudah divaksin.

"Oleh karena itu strategi yang dipakai oleh Dinkes untuk mencapai angka persentase itu dengan melakukan sosialisasi dengan penyuluhan kepada masyarakat, menetapkan sasaran dan menjadwalkan untuk vaksinasi," jelasnya.

Ia mengatakan untuk mencapai target herd imunity itu tergantung alokasi dan distribusi vaksin oleh pemerintah pusat.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved