Breaking News:

Berita Banjarbaru

Dua Puluh Perawat Terpapar Covid 19, RSD Idaman Buka Lowongan 15 Petugas Medis Baru

Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman, Kota Banjarbaru mulai kekurangan jumlah perawat untuk menangani Covid 19 di Kota Idaman.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
ilustrasi: Tenda darurat di halaman Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman, Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (18/7/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU- Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman, Kota Banjarbaru mulai kekurangan jumlah perawat untuk menangani Covid 19 di Kota Idaman.

Hingga saat ini hampir 20 perawat di rumah sakit terbesar dan rujukan Covid 19 di kota Banjarbaru ini memilih isolasi karena dinyatakan terkonfirmas virus asal Tiongkok.

Kepala Bagian Tata Usaha RSD Idaman M Firmansyah mengatakan pihaknya mencari perawat baru sebagai pengganti perawat yang masih isolasi.

"Benar ada sekitar 20 perawat yang saat ini positif jadi kita harus mencari yang baru," kata Firmansyah.

Baca juga: Pemko Banjarmasin Berburu Puluhan Perawat untuk Pasien Covid-19

Baca juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021, Formasi Perawat dan Bidan Paling Diminati di Banjar 

Baca juga: Seleksi CPNS Kemenkes 2021 : Simak Formasi Terbanyak Dibutuhkan, Perawat Mendominasi

Baca juga: FORMASI CASN 2021, Seleksi CPNS dan PPPK 2021 untuk 1.275.384 Posisi, Didominasi Guru dan Perawat

Firman menambahkan berdasarkan usulan sedikitnya ada 15 perawat yang diperlukan untuk membantu pasien di RSD Idaman.

Oleh sebab itu bagi warga Banjarbaru dan sekitarnya yang berprofesi dan berpendidikan perawat bisa memasukan lamaran ke RSD Idaman.

Setiap pelamar diminta melampirkan Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai bukti tertulis diberikan pemerintah untuk sertifikasi kompetensi.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengaku penambahan 14 tempat tidur di RSD Idaman membuat pihak rumah sakit memerlukan tambahan perawat.

"Namun soal tambahan perawat itu wewenang rumah sakit karena memiliki manajemen masing masing," ujar dia.

Bagaimana dengan perawat Dinas Kesehatan secara keseluruhan, Rizana mengaku berbeda dengan rumah sakit yang memiliki anggaran tersendiri jadi bisa menentukan menambah lerawat sesuai dengan kebutuhan..

"Kalau kita di dinas kesehatan ada mekanisme tersendiri soal penambahan perawat," pungkas dia.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved