Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Emas Sentra Antasari Banjarmasin Akui Daya Beli Emas Menurun

Kian meningkatnya kasus Covid-19 di Kalsel cukup memengaruhi transaksi jual beli emas. Bahkan daya beli logam mulia ini cenderung menurun.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin
Daya beli masyarakat terhadap logam mulia atau emas menurun. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kian meningkatnya kasus Covid-19 di Kalsel cukup memengaruhi transaksi jual beli emas. Bahkan daya beli logam mulia ini cenderung menurun.

Sebagaimana dikatakan H Dani Taisir pemilik Toko Emas Taisir, Sentra Antasari Banjarmasin, kondisi terkini kasus Covid-19 yang kembali menaik membuat daya beli masyarakat terhadap emas turun.

"Masih belum meredanya kasus covid-19 bahkan kasusnya mengalami kenaikan, mempengaruhi daya beli masyarakat, apalagi pada masa diberlakukan PPKM ini makin sepi," jelasnya. 

Secara pebandingan, lanjut H Dani, saat ini banyak orang menjual emas yaitu 60 persen sedangkan yang membeli hanya 40 persen. 

Baca juga: Seleksi CPNS Kalsel, Formasi Spesialis Anastesi dan Dokter Gigi di Tapin Kosong Pelamar

Baca juga: Seleksi CPNS Kalsel, Tes CAT Digelar di Gedung Idham Chalid, Peserta Dibatasi 200 Orang per Sesi

Baca juga: Rumah Menengah di Kalsel Sulit Laku, Developer Perumahan Bertahan di Tipe Subsidi

Adapun harga emas, dikatakan H Dani, ada sedikit kenaikan harga. Emas 999 batanangan Rp835 ribu, emas perhiasan 999 Rp845 ribu. Emas 750 Rp685 ribu. Emas 700 Rp665 ribu dan emas 420 Rp380 ribu. 

Hasan, karyawan toko emas di Banjarbaru, juga mengatakan, pembelian emas memang agak menurun dalam beberapa hari ini. Selain faktor kasus Covid-19 dan PPKM level 3 juga faktor hari raya Idul Adha. 

"Banjarbaru katanya akan PPKM level 3, ini membuat masyarakat lebih berpikir untuk berhemat daripada belanja keperluan investasi," tanggapnya.

"Kemudian sepekan ini masyarakat terutama umat Islam merayakan Idul Adha, jadi pengeluaran untuk rumah tangga atau dapur lebih dominan," tambahnya.

Harsinah, warga Landasan Ulin, Banjarbaru, mengaku, sejak terjadi pandemi corona dia sama sekali tidak tertarik untuk membeli emas lagi, walaupun harga emas terjadi fluktuatif. 

"Faktor utama karena memang kondisi keuangan sedang mengalami penurunan, sehingga unruk investasi terhadap emas ditahan dulu," alasannya.

Bahkan sekarang emasnya condong digadaikan saat butuh dana yang mendesak. Dia sangat menyadari Pandemi sangat menghantam perekonomian baik terhadap pebisnis maupun masyarakat.

"Sebenarnya investasi emas adalah pilihannya sejak dulu, tapi ya mau apa lagi, mau beli tapi harus mengutamakan kepentingan yang lain lebih dulu," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved