Breaking News:

PPKM Level IV di Banjarmasin

Banjarmasin PPKM Level IV, Disdik Intruksikan PTM Dihentikan Sementara

Penghentian sementara PTM terbatas diberitahukan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, melalui surat edaran ke masing-masing kepala sekolah

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Suasana ruang kelas pada hari pertama PTM terbatas di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Secara resmi Kota Banjarmasin akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, mulai besok Senin (26/7/2021).

Dampaknya proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, yang baru dua pekan dilaksanakan terpaksa dihentikan.

Penghentian sementara PTM terbatas itu diberitahukan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, melalui surat edaran ke masing-masing kepala sekolah PAUD, SD, SMP negeri dan swasta.

"Siswa mulai PJJ lagi dari besok sampai tanggal yang akan kami tentukan kemudian," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Totok Agus Daryanto, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Senin Besok PPKM Level IV Mulai Diberlakukan di Banjarbaru, PKL Dibubarkan Pukul 21.00 Wita

Baca juga: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Siap Menerapkan PPKM Level 4

Lanjut Totok menjelaskan, dengan dihentikannya pelaksanaan PTM untuk sementara, maka segala
aktivitas pembelajaran kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PJJ bisa melalui Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring, luring, maupun gabungan keduanya.

Dalam melaksanakan PJJ, guru dapat melaksanakan melalui WFH maupun WFO.

"Kehadiran guru di sekolah untuk melaksanakan WFO maksimal 50 persen dari total seluruh guru, nanti satu minggu berjalan PJJ akan kami evaluasi, sama seperti PTM kemarin," jelas Totok.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Ditinggal ke Pasar, Satu Rumah Hangus Terbakar di Karya Tani Batola

Baca juga: Pencurian Kalsel, Nekat Curi Smartphone, Residivis Ditangkap Tim Beat Polsek Paringin

Guru yang sedang terkonfirmasi positif covid-19 dan atau sedang sakit yang gejalanya menyerupai gejala covid-19, tidak diperkenankan hadir di sekolah untuk melaksanakan WFO.

"Pengaturan guru yang WFH dan WFO diserahkan kepada Kepala Sekolah masing-masing," ungkapnya.

Selain itu juga pemberian tugas kepada siswa selama BDR tidak boleh terlalu banyak, sehingga memberatkan baik bagi siswa maupun orangtua siswa.

"Pemberian tugas yang membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya sedapat mungkin tidak dilakukan, untuk mengurangi beban ekonomi orangtua siswa," terang Totok.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved