Breaking News:

Liga Italia

Cara Khusus Striker Inter Milan Lautaro Martinez Kurangi Protes & Kartu Kuning di Pertandingan

Lautaro Martinez, striker klub juara Liga Italia Serie A, Inter Milan memiliki cara untuk mengurangi kartu kuning saat dia bermain.

Penulis: Aprianto | Editor: Rahmadhani
SILVIO AVILA / AFP
Pemain Argentina yang berasal dari klub Inter Milan, Lautaro Martinez melakukan selebrasi dengan rekannya Lionel Messi setelah mencetak gol ke gawang Bolivia pada pertandingan fase grup turnamen sepak bola Conmebol Copa America 2021, di Stadion Arena Pantanal di Cuiaba, Brasil, pada 28 Juni 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lautaro Martinez, striker klub juara Liga Italia Serie A, Inter Milan memiliki cara untuk mengurangi kartu kuning saat dia bermain.

Cara khusus harus dilakukan Lautaro Martinez agar bisa mengurangi kartu kuning saat dirinya menjalani pertandingan baik di Liga Italia maupun bersama timnas Argentina.

Bermain bersama Inter Milan di Liga Italia Serie A dikatakan Lautaro Martinez
membantunya bermain baik dengan tim nasional.

"Saya meningkat secara fisik, saya telah berlatih dengan hati-hati untuk mencapai kondisi puncak,” kata Lautaro Martinez dikutip dari Tuttomercatoweb, Senin, (26/7/2021).

Baca juga: Jawaban Kessie Soal Nasibnya di AC Milan Setelah Diincar Liverpool, Panaskan Bursa Transfer Serie A

Baca juga: Gagal Bersaing di PSG, Eks Striker Inter Milan Disebut Ingin Dilatih Jose Mourinho

Striker Argentina ini berbicara pada konferensi pers dari kamp pelatihan Club Atletico Liniers, klub masa kecilnya di mana ia telah kembali untuk beberapa sesi latihan minggu ini.

“Saya berada di tahap yang sangat penting dalam karir saya, dan tahun ini saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya ketahui sebelumnya,” kata Lautaro.

Striker Argentina, Lautaro Martinez mengakui dia harus berkonsultasi dengan psikolog untuk mengumpulkan lebih sedikit kartu kuning.

“Saya senang dan puas dengan karir saya, semua yang saya lakukan di Inter membantu saya dengan tim nasional. Saya meningkat secara fisik, saya telah berlatih dengan hati-hati untuk mencapai kondisi puncak,” lanjutnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa melatih mentalitas jauh lebih rumit dan sulit dibanding dengan latihan fisik.

“Lebih rumit untuk melatih mentalitas saya. Menjadi seorang ayah telah membantu saya menyelesaikan banyak hal di luar lapangan. Seorang psikolog telah membantu saya untuk mengurangi protes dan mengumpulkan lebih sedikit kartu kuning," bebernya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved