Breaking News:

Berita Tala

PPKM Darurat Banjarmasin-Banjarbaru Berdampak ke Tanahlaut, Kunjungan Wisata Langsung Sepi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level IV di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru tak cuma berimbas terhadap aktivitas masya

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Beberapa pekerja Taman Permana membersihkan dedaunan yang berguguran. Sejak Senin kemarin kunjungan susut drastis. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level IV di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru tak cuma berimbas terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Bahkan imbasnya turut dirasakan warga du Kabupaten Tanahlaut (Tala). Hal ini setidaknya dirasakan kalangan pengelola objek wisata.

"Sangat berdampak. Pada hari pertama (Senin, red), kami nol pengunjung," sebut H Rosmani, sekretaris Kelompok Sadar Wisata Gunung Birah, Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Selasa (27/7/2021).

Ia mengatakan biasanya tiap hari ada saja pengunjung yang datang sekitar 30-40 orang. Bahkan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, kunjungan mencapai ratusan orang.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Keraguan Jadwal Liga 1 2021 Dimulai Agustus Muncul dari PSIS Semarang

Baca juga: PPKM Level 4, Puluhan Ribu Warga Banjarmasin Bakal Terima Bantuan Uang dan Beras

Baca juga: Masa Penerapan PPKM Level 4 di Kota Banjarmasin Dipersingkat

Baca juga: Cek Pos Penyekatan PPKM Perbatasan Kalsel-Kaltim, Wakapolres Kotabaru Berikan Vitamin Petugas

Sepinya kunjungan di objek wisata berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Pelaihari itu dikarenakan selama ini pengunjung yang datang sebagian besar berasal dari luar Tala.

"Pengunjung Gunung Birah paling banyak dari Banjarmasin, Banjarbaru, dan dari Kalteng," sebut Rosmani.

Seperti diketahui, Banjarmasin dan Banjarbaru memberlakukan PPKM Level IV terhirung sejak Senin kemarin hingga 8 Agustus mendatang. Semua pintu keluar/masuk wilayah setempat ditutup.

Sepinya pengunjung juga dirasakan pengelola Taman Permana di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, pada Senin kemarin. "Sepi sekali. Palingan seratusan orang yang datang, biasanya 400-500-an orang," sebut Ida, pemilik Taman Permana.

Ia mengatakan pengunjung yang datang umumnya dari warga Pelaihari. Biasanya banyak yang datang dari kota Banjamasin, Banjarbaru, dan sekitarnya.

Dikatakannya, selama ini kunjungan selalu ramai tiap hari. Kecuali Jumat, biasanya hanya saat sore mulai ramai. Bahkan momen akhir pekan pengunjung bisa mencapai ribuan orang.

Meski kunjungan sepi, namun ia tetap mempekerjakan lima orang yang selama ini membantu menangani kebersihan dan lainnya. Tiap orang digaji Rp 100 ribu sehari.

"Jadi ya saya nombokin karena penghasilan dari karcis masuk susut drastis. Saya kasihan pada mereka, tak tega kalau mereka harus berhenti bekerja, bagaimana menghidupi keluarga," tandas Ida.

Ia berharap pandemi covid-19 segera berakhir karena dampaknya teramat terasa bagi masyarakat. "Paman pentol yang berjualan di tempat kami taungut (termangu) karena mendadak sepi pembeli. Hampir nangis saya melihatnya," pungkas Ida.
(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved