Ekonomi dan Bisnis
Penjahit Seragam Keluarga Pengantin di Banjarmasin Ramai Pesanan
Seminggu ada tiga hingga lima pelanggan yang datang pesan seragam keluarga perkawinan ke seorang penjahit di Jalan Hikmah Banua, Kota Banjarmasin.
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pakaian seragam untuk keluarga pengantin sudah menjadi suatu keharusan agar saat acara pakaian anggota keluarga terlihat rapi senada.
Seragam yang demikian itu ada yang dijual di pasaran dan ada yang dipesan ke penjahit.
Sebagaimana Khairiah, pemilik Rumah Jahit Zulfa Jalan Hikmah Banua, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, cukup banyak menerima pesanan seragam keluarga pengantin.
"Seminggu ada tiga hingga lima pelanggan yang datang pesan seragam keluarga perkawinan. Sedangkan busana pengantin, rata-rata 5 - 10 gaun," jelasnya.
Baca juga: Busana Muslim Jadi dan Jahitan di Kota Martapura Tetap Ramai Pembeli
Baca juga: Penjahit Pakaian di Banjarmasin Ini Sebut Pelanggan Mulai Berdatangan Lagi
Saking banyaknya pesanan seragam keluarga pengantin, pihaknya sementara ini terpaksa tidak menerima pesanan seragam sekolah.
Mengenai biaya jahit seragam keluarga pengantin, untuk atasan Rp 150 ribu, bawahan Rp 100 ribu, dres Rp 250-500 ribu sesuai bahan dan tingkat kesulitan desain.
Dalam kondisi sekarang, mereka juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelanggan mereka juga sangat mengerti serta sadar untuk mengenakan masker dan mencuci tangan.
Begitu pula Lidya, penjahit lainnya, mengatakan hal sama. Saat ini lagi ramai pesanan busana dres untuk seragam keluarga yang mau acara resepsi yang rata-rata acaranya akan berlangsung sebulan atau beberapa bulan ke depan.
Baca juga: Begini Cara Penjahit di Banjarmasin Ini Bantu Lawan Covid-19, Bikin 100 Masker
"Banyak yang pesan untuk baju seragam keluarga. Bahkan ada yang pesan jauh-jauh hari, padahal acaranya berlangsung tiga bulan akan datang," ungkapnya.
Ia sangat bersyukur, walaupun masih kondisi pandemi, namun usaha terus berangsur membaik,
"Buktinya, kami bekerja menjahit dari awal wabah corona tidak ada yang diliburkan bekerja. Saat sepi jahitan dress, tetap ada jahitan masker. Bahkan baju APD pesanan dari tenaga medis," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/usaha-menjahit-di-salah-satu-tempat-di-kota-banjarmasin-selasa-27072021.jpg)