Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Dinas Kesehatan Banjarmasin Rekrut Relawan untuk Merawat Pasien Covid-19

Seorang dokter, 50 perawat dan 11 bidan, direkrut Dinkes Banjarmasin untuk merawat pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah hingga Desember 2021.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kapasitas di RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat ini mampu menampung 50 pasien Covid-19.

Rencana, ditambah lagi sebanyak 75 tempat tidur. Terkait hal ini pula, Dinkes Banjarmasin menambah SDM dengan berburu relawan, baik itu dokter, perawat hingga bidan.

Pengumuman sekaligus seleksi perekrutan sudah dilakukan beberapa hari yang lalu. Hasilnya, puluhan orang bersedia bertugas.

"Tenaga dokter ada satu, perawat sebanyak 50 orang dan bidan sebanyak 11 orang. Ini khusus untuk merawat pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah," sebut Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif 913 Orang, Pj Gubernur Minta Warga Isoman untuk Lapor

Baca juga: Update Covid-19 Di Kabupaten Tapin, Ini Sebaran Kasus Berdasarkan Kecamatan

Baca juga: Update Covid-19 di HSS: Empat Orang Meninggal di RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan

Mereka yang berhasil direkrut sudah mulai menjalani pembekalan di Aula Dinkes Banjarmasin.

"Hari ini pembekalan tentang menangani pasien. Saat Jumat, 30 Juli 2021, kami  harapkan sudah mulai bekerja," imbuhnya.

Mengenai peminat untuk menjadi tenaga relawan tersebut, Machli pun menerangkan, ada yang cukup tinggi dan juga minim.

"Untuk dokter, sebetulnya perlu 10 orang. Tapi yang mendaftar hanya satu. Kemudian untuk perawat yang diperlukan sebanyak 50 orang, pendaftarnya mencapai 78 orang. Kalau bidan diperlukan sebanyak 11 orang, pendaftarnya 50 orang," rinci dia.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Banjarbaru, Tambah 60 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, Terbanyak di Cempaka

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Suspek 657, Positif 56, Meninggal 2 Orang

Tenaga relawan yang direkrut akan mendapatkan insentif yang anggarannya bersumber dari Biaya Tidak Terduga (BTT),dan durasi kerja rencananya hingga Desember 2021.

"Mudah-mudahan, kami bisa segera menekan jumlah pasien Covid-19," harap Machli.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved