Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Paparan Disertasi Dirut PT BSI, Tiga Variabel Pengaruhi Kinerja Private Wealth Management

Pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management, perlu pertimbangkan tiga variabel

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
Humas BSI
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan ucapan selamat kepada Doktor Hery Gunardi yang lulus dengan predikat sangat memuaskan, Kamis (29/7/2021) 

Hadir pula Komisaris Utama BSI Mulya E. Siregar, Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanuddin, mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan mantan Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, serta tokoh senior perbankan nasional Pradjoto.

Baca juga: Hari Ini MK Bacakan Putusan Sengketa Hasil Pilgub Kalsel

Baca juga: Penangkapan 4 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Jalan S Parman, Polisi Dalami Motif Tersangka

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Warga Miskin di Kota Banjarmasin Kalsel Bertambah Ribuan

Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa segmen wealth management, dengan tiering portofolio nasabah di atas Rp500 juta, memiliki proporsi lebih besar dengan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun sejak 2013. 

Walaupun jumlah rekening segmen tersebut tidak sampai 1 persen dari total rekening DPK di bank umum, namun nominal simpanan porsinya di atas 50 persen dari total nominal simpanan individu.

Karena itu, seiring dengan pertumbuhan populasi High Net Worth Individual (HNWI) di Indonesia, aset finansial segmen tersebut juga mengalami pertumbuhan. 

Pada 2019 populasi HNWI di Indonesia tumbuh 4 persen dari tahun sebelumnya atau mencapai 134.000 orang. Total kekayaannya mencapai US$675 miliar atau sekitar Rp10,7 triliun. Menurut Lembaga Penelitian Knight Frank, populasi HNWI di Indonesia akan tumbuh 57 persen pada 2024.

Kendati demikian, dominasi private wealth management di Indonesia tersebut sebagian besar belum dioptimalkan oleh perbankan nasional.

Pada 2015, pemerintah menetapkan kebijakan Tax Amnesty yang memberikan peluang pertumbuhan bagi bisnis private wealth management. 

Sehingga pada akhir 2017 sebanyak 965.983 warga negara Indonesia berpartisipasi dalam program ini. Dana repatriasi mencapai Rp147 triliun, sedangkan asset yang dideklarasi sebesar Rp4,866 triliun.

“Dari penyelenggaraan program Tax Amnesty ini, dapat disimpulkan bahwa amandemen peraturan ini menciptakan lebih banyak peluang bagi segmen wealth di Indonesia untuk tumbuh lebih optimal,” ujar Hery yang meraih nilai Sangat Memuaskan dalam sidang promosi doktornya.

Diapun menjelaskan, bisnis private wealth management sangat dipengaruhi dari kondisi persaingan di sektor perbankan. Selanjutnya, bisnis private wealth management ini tidak terlepas dari risiko yang menyertainya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved