Breaking News:

Berita Tanahlaut

Pemasangan Delinator Dikritisi Wakil Rakyat, Begini Penjelasan Kepala Diskopdag Tala

Pro kontra pemasangan Delinator disikapi tenang oleh Diskopdag Tala karena bagian dari upaya penataan pasar

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
DARMA WISATA UNTUK BPOST GROUP
Wastib Diskopdag Tala berjaga di delinator di lingkungan Pasar Manuntung Berseri, Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan delinator permanen di Pasar Manuntung Berseri, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menuai kontroversi.

Termasuk anggota dewan setempat pun menyatakan ketidaksetujuannya.

Kalangan netizen pun juga ada yang saling sindir.

Pasalnya, sebelumnya di grup social media ternama di Tala, ada aspirasi yang mengeluhkan hilir mudik pembeli berkendara di gang-gang pasar.

"Setelah pemerintah meresponsnya (memasang delinator), salah lagi. Tidak gampang-gampang jadi petugas," ucap Rahmat, warga Angsau, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Tanahlaut Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Target Belum Tercapai akibat Ketersediaan Vaksin Terbatas

Baca juga: Pasien Covid-19 Tak Bergejala Bertambah di Tala, Puluhan Orang Diisolasi di Balai Diklat Tanahlaut

Namun menurutnya ada baiknya jika hal tersebut dimusyawarahkan kembali.

"Ada plus minusnya memang adanya delinator itu. Kalau kayak saya sebagai pembeli ya ngikut saja. Memang jadi agak jauh juga sih berjalannya, tapi kalau saya gak masalah, anggap saja olahraga," tandasnya.

Pro kontra tersebut disikapi tenang oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala.

Pasalnya, pemasangan delinator tersebut bagian dari upaya penataan pasar.

"Memang penataan pasar direncanakan seperti itu, kawasan pasar hanya untuk pejalan kaki saja," ucap Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin.

Baca juga: Banyak Pemilik Mobil Mewah di Kalsel Menunggak Pajak Kendaraan Lebih dari Tiga Tahun

Baca juga: Jemaah Kecewa Tak Bisa Salat Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Melalui pemasangan delinator tersebut, dikatakannya semua kendaraan roda empat dan roda dua disilakan parkir di halaman belakang Bajuin Plaza.

Bisa juga di tempat parkir resmi yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan.

"Pasar di mana-mana seperti itu, bukan carut marut antara pembeli, pedagang dan kendaraan berebut tempat. Penataan pedagang di pinggir jalan kemarin ternyata lokasinya di isi parkir kendaraan (parkir liar/pungli)," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved