Breaking News:

Berita Kalteng

Tim Virtual Police Polda Kalteng Mediasi Dua Remaja Putri yang Berseteru di Media Sosial

Penuh dengan ujaran kebencial di media sosial, dua remaja putri yang berseteru jadi perhatiam Tim Virtual Police Polda Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
polda kalteng
Dua remaja putri yang berseteru di media sosial dimediasi oleh Tim Virtual Humas Polda Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dua remaja putri yang sedang berseteru di media sosial mengeluarkan kata-kata tak pantas jadi perhatian tim virtual police Humas Polda Kalimantan Tengah untuk mediasi.

Tim Virtual Police melakukan mediasi karena ada unggahan di media sosial yang mengandung ujaran kebencian.

Satu diantaranya memfitnah dan menjelek-jelekkan di Medsos sehingga jadi perhatian petugas patroli cyber media Polda Kalteng.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo melalui Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol K. Eko Prasetyo, Jumat (30/7/2021) mengatakan, dua remaja yang bertikai adalah Sheyla Safitri (19) dan Putri (19).

Baca juga: Banyak Pasien Covid-19 Isoman di Rumah Bertambah Parah, Gubernur Kalteng Keluarkan Larangan ini

Baca juga: Penumpang Kelotok Menghilang di Sungai Rungan Palangkaraya Setelah Bongkar Muat Barang

Keduanya sebenarnya saling kenal dan berteman, namun belakangan malah berantem di medsos.

Bidhumas Polda Kalteng menerima laporan dari saudari P yang menjelaskan, dia dijelek-jelekkan dan mendapat bahasa kotor di sosial media dari pemilik akun Sheyla.

Kemudian, Tim Virtual Bidhumas Polda Kalteng berusaha melakukan mediasi terhadap permasalahan tersebut dengan langsung datang ke rumahnya di Jalan Mahir-Mahar kilometer 8 Kota Palangkaraya.

Sheyla ternyata tidak di rumah, sebelumnya sempat berbelit-belit dan bertele-tele kepada pihak Tim Humas Polda Kalteng saat dipanggil ke kantor untuk mediasi terkait postingan di medsos tersebut.

Baca juga: PPKM Level IV Banjarbaru, Sesama Movement Beri Makan Kucing Jalanan yang Terdampak

Baca juga: Bed Pasien Covid-19 Terbatas, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Tambah Sebanyak ini

“Setelah kami melakukan pemanggilan yang bersangkutan hadir dan mereka bisa dimediasi dan didamaikan,” jelas Kabid Humas.

Saat ini, kedua remaja putri tersebut akur dan berteman kembali.

“Masyarakat diimbau, jika ada permasalahan apapun dengan siapapun hendaknya diselesaikan dengan cara kekeluargaan serta jangan diunggah di media sosial karena media sosial adalah ruang publik,” pintanya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved