Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Warga Banjarmasin Ciptakan Alat untuk Mengetahui Seseorang Telah Ikut Program Vaksinasi

Habib Fathurrachman, warga Kota Banjarmasin menciptakan Smart Checker untuk mengetahui seseorang telah divaksin atau belum dengan memeriksa KTP saja.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Seseorang bisa diketahui sudah divaksin Covid-19 atau tidak, cukup dengan memeriksa E-KTP.

Caranya, dengan menggunakan alat bernama Smart Checker yang diciptakan Habib Fathurrachman, warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Saat dikunjungi awak media di kediamannya yang berada tepat di samping makam Habib Basirih, Habib Fathurrachman pun memperlihatkan cara kerja Smart Checker.

Alat dinyalakan, kemudian juga langsung dihubungkan dengan internet untuk mengakses server yang sudah dibuatnya sendiri.

Baca juga: VIDEO Penyaluran Bantuan Sosial di Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Meninggal 48 Orang, Sembuh 452 Pasien, Positif 720

Kemudian, Habib Fathurrachman menempelkan bagian chip KTP ke sensor Smart Checker. Beberapa detik setelah ditempelkan, lampu indikator warna hijau menyala. Di sebuah layar kecil, tertulis keterangan sudah divaksin.

Dicoba dengan KTP orang lain (belum dimasukkan dalam database simulasi telah divaksin), lampu indikator warna merah menyala. Di layar, muncul tulisan tidak dikenal yang juga bisa diartikan bahwa pemilik KTP belum divaksin.

Tentunya, apabila diaplikasikan dengan database Dinkes  Banjarmasin, maka Smart Checker ini akan bisa mendeteksi yang sudah maupun belum divaksin Covid-19.

"Jadi. dengan Smart Checker ini akan lebih memudahkan. Tinggal diisinkronkan saja, misalnya dengan database dari Dinas Kesehatan Banjarmasin, maka akan diketahui secara cepat apakah seseorang sudah divaksin atau belum. Apalagi di dalam sebuah E-KTP sudah ada chipnya, sehingga fungsinya sebagai E-KTP bisa benar-benar dimaksimalkan," urai Habib Fathurrachman, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: VIDEO Seminar Fakultas Farmasi UMB Banjarmasin Bahas Efikasi dan Keamanan Vaksin Covid-19

Baca juga: Kalsel Dapat Tambahan Vaksin, Stok Vaksin Covid-19 Kalsel 66 Ribu Dosis Disebut Tak Cukupi Kebutuhan

Diterangkan juga oleh Habib Fathurrachman, dirinya membuat Smart Checker tersebut hanya kurang lebih tiga hari.

"Dari ide awal sampai menuangkan membuatnya hingga pembuatan casing, sekitar tiga hari," imbuhnya.

Disinggung mengenai awal mulanya membuat Smart Checker, Habib Fathurrahman, menerangkan, membantu pemerintah juga dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

Alat bernama Smart Checker ciptaan Habib Fathurrachman, warga Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (31/7/2021).
Alat bernama Smart Checker ciptaan Habib Fathurrachman, warga Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (31/7/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON)

"Ikut prihatin dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Lalu terpikir apa yang bisa dilakukan untuk membantu negara dan masyarakat. Akhirnya membuat alat ini untuk memudahkan masyarakat juga," kata lelaki berusia sekitar 48 tahun tersebut.

Tak kalah penting, Habib Fathurrahman juga menerangkan bahwa ke depannya alat ini tentunya tidak hanya bisa digunakan untuk memeriksa data terkait vaksin saja.

"Bisa dikembangkan untuk keperluan lain, misalnya Disdukcapil, Dinas Sosial dan sebagainya," kata lelaki yang mengaku pernah mengenyam pendidikan IT di salah satu perguruan tinggi di Surabaya ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved