Breaking News:

Berita Banjarmasin

Hadir di PN Banjarmasin, Denny Indrayana Singgung Kasus Anggota Tim Hukumnya

H Denny Indrayana datangi PN Banjarmasin untuk mengetahui perkembangan kasus anggota tim hukumnya yang jadi terdakwa dugaan kasus penganiayaan.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Mantan kontestan pemilihan gubernunr Kalimantan Selatan (pilgub Kalsel), H Denny Indrayana, hadir di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (2/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mantan kontestan pemilihan gubernunr Kalimantan Selatan (pilgub Kalsel), H Denny Indrayana, hadir di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (2/8/2021).

Bukan untuk menghadiri persidangan di gedung yang terletak di Jalan DI Pandjaitan, Kota Banjarmasin, tersebut,

Namun, H Denny menyampaikan sejumlah hal terkait perkara pidana yang menyeret Jurkani, anggota tim hukum paslon H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) saat berkontestasi di Pilgub Kalsel 2020. 

Diketahui, Jurkani merupakan terdakwa dalam perkara dugaan penganiayaan dan dijadwalkan untuk menghadiri sidang agenda pembacaan vonis secara daring di Pengadilan Negeri Banjarmasin

Terkait hal ini, H Denny mengatakan, perkara yang dihadapi Jurkani merupakan perkara yang berkelindan dengan kontestasi Pilgub Kalsel. 

Baca juga: Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA Hadiri Milad ke-50 Banjarmasin Post

Baca juga: VIDEO Kapal Meratus Dili Angkut Pasokan Liquid Oksigen untuk Kalsel

Ia menyebut, proses hukum yang dijalani Jurkani adalah proses yang tidak adil. 

"Proses yang tidak adil, dituduh dan didakwakan pasal 351 dituntut 1 tahun penjara. Pasal 351 itu penganiayaan, itu orang yang luka, parah, masuk rumah sakit," kata H Denny. 

Ia menilai Jurkani seharusnya tidak bisa dikenakan pasal 351 karena menurutnya yang terjadi bukan pemukulan. 

"Tidak bisa dikenakan pasal 351, orang tidak ada pemukulan. Video fakta ada, bisa dilihat dengan mudah. Jadi ada apa di balik kasus ini," ujar H Denny. 

Ia berharap Majelis Hakim masih memiliki nurani, keadilan dan bisa tetap independen serta tidak terpengaruh faktor apapun dari luar. 

Baca juga: Pencurian di Kalsel, Alasan Pelaku Pembobol Cafe di Banjarmasin Tengah Beraksi Bugil Terungkap

Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol 91 Batalyon Bhara Daksa Gelar Vaksinasi dan Bakti Sosial di Kalsel

"Saya berharap putusan bisa seadil-adilnya itu artinya bebas," harapnya. 

Diketahui dari sidang sebelumnya, terdakwa Jurkani dituntut hukuman penjara satu tahun oleh jaksa penuntut umum. 

Jaksa penuntut umum, Radityo, dalam sidang sebelumnya menyatakan yakin bahwa terdakwa bersalah melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP. 

Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Suriansyah Darham, telah menyampaikan pembelaannya dan memohon kepada Majelis Hakim pengadil dan pemeriksa perkara untuk membebaskan kliennya dari dakwaan dan tuntutan

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved