Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pantau Pelayanan Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin, Menko PMK Sarankan Ini

Oksigen dan obat antivirus disarankan agar tidak hanya tersedia di rumah sakit, tatapi juga bisa tersedia di puskesmas

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
Muhammad Rahmadi
Menko PMK di dampingi Pj Gubernur Kalsel saat memantau pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin. Rabu (4/8/2021) siang. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Oksigen dan obat antivirus disarankan agar tidak hanya tersedia di rumah sakit, tatapi juga bisa tersedia di puskesmas

Dua poin penting itu lah yang di ungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, saat mengunjungi RSUD Ulin Banjarmasin. Rabu (4/8/2022) siang.

Dua item tersebut menurutnya bisa mendukung pertolongan pertama, terhadap warga yang sedang isolasi mandiri di rumah ataupun yang memiliki gejala covid-19.

Karena menurutnya, saat ini jumlah kematian warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kalsel masih tinggi.

Baca juga: VIDEO Tenda Darurat di RSUD Ulin Banjarmasin Bukan Untuk Pasien Covid-19

Baca juga: Tenda Darurat RSUD Ulin Banjarmasin Jadi Tempat Nginap Pasien

Baca juga: Pembunuhan di Banjarmasin, Jenazah Korban Ditempatkan di Instalasi Pemulasaraan RSUD UlIn

"Hanya masalah obat yang nanti akan saya bicarakan dengan Menkes, pengadaan obat tertentu untuk mereka yang kritis, dan ini memang persoalan nasional," katanya usai melakukan kunjungan.

Di kesempatan itu juga Menko PMK meninjau kedatangan bantuan oksigen, dari Pemerintah Singapura.

"Tadi saya sudah melihat sendiri bantuan oksigen dari pemerintah singapura. Jadi ini real, bukan janji semata jumlahnya 20 ton liquid oksigen. Semoga dengan ini suplai untuk Kalsel bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Sementara itu Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sedang merawat pasien covid-19 sebanyak 194 orang.

"Dari total kapasitas 400 orang, saat ini hanya ada 194, kurang dari 50 persen yang terpakai," jelasnya.

Suciati mengungkapkan, pihaknya mengalami kendala dalam penanganan pasien covid-19, khususnya mereka yang memiliki gejala yang parah.

"Banyak yang datang sudah parah, mereka mungkin menganggap hanya sakit biasa tetapi ternyata terpapar covid-19," ucapnya.

Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat bisa segera melakukan rapidtest antigen ataupun swab PCR, bila mengalami gejala covid-19.

"Supaya bisa ditangani dengan cepat, tidak sampai parah baru datang berobat ke rumah sakit," ucapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved