Breaking News:

Berita Palangkaraya

Sebelum Membakar Rumahnya, Warga Palangkaraya Ngaku Minum Miras Bersama Rekannya

Abdullah (47) seorang nelayan pembakar rumah yang mengakibatkan 38 bangunan di Kelurahan Tumbang Rungan Kecamatan Pahandut Kota Palangkaraya, terbakar

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa, Rabu (4/8/2021) saat ekspos kasus pembakaran rumah di Kelurahan Tumbang Rungan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Abdullah (47) seorang nelayan pembakar rumah yang mengakibatkan 38 bangunan di Kelurahan Tumbang Rungan Kecamatan Pahandut Kota Palangkaraya, terbakar, mengaku, sebelum membakar kasur di rumahnya dengan pertilite sempak melakukan pesta minuman keras bersama rekannya.

Kebakaran hebat terjadi di RT.002, RW.1 Kelurahan Tumbang Rungan Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Selasa (3/8/2021) yang menghanguskan puluhan rumah san bangunan lainnya, akibat ulah Abdullah yang cekcok dengan istrinya kemudian membakar kasur springbed didalam kamar hingga rumahnya terbakar.

Kapolresta Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa, Rabu (4/8/2021) mengatakan, kebakaran terjadi akibat ulah Abdullah yang saat ribut dengan istrinya, tak bisa menahan amarah sehingga melampiaskannya dengan menyiram kasur springbed dikamar dalam rumahnya dengan bahan bakar minya.

"Saat kejadian tersangka tidak bisa menahan diri saat cekcok dengan istrinya, sehingga dia melampiaskannya dengan membakar kasur kamar dalam rumahnya sehingga mengakibatkan rumahnya terbakar dan puluhan rumah tetangganya turut terbakar," ujar Kapolresta Palangkaraya yang baru bertugas ini.

Baca juga: Kebakaran Kalteng, Diduga Cekcok Pasutri Akibatkan 38 Bangunan Hangus di Palangkaraya

Baca juga: VIDEO Karhutla Kalsel, BPBD Bersiap Hadapi Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Baca juga: Kabut Asap Mulai Menyelimuti Banjarbaru, Kebakaran Lahan Mulai Meningkat di Wilayah Kota Idaman

Sementara itu, Tersangka Abdullah, mengaku, sebelum dia membakar kasur di kamarnya, dia sempat pesta miras dengan rekannya."Ya, saya sebelumnya minum miras sama kawan-kawan, kemudian masuk rumah diajak bertengkas istri yang menyebut saya suka perempuan lain," ujarnya.

Dia mengaku, makin marah saat melihat ke dapur tidak ada makanan yang disiapkan istrinya, juga anaknya sehingga dia naik pitam masuk ke dalam kamar dan menyiram kasur dengan pertilite untuk mesib kelotok pencari ikan kemudian menyulutnya dengan korek api sehingga api membakar kasur dan rumahnya juga rumah tetangganya.

"Saya minta maaf dengan semua warga di kampung saya di Tumbanv Rungan karena ulah saya menyebabkan puluhan bangunan milik tetangga saya juga jadi terbakar. Saya menerima apapun hukuman buat saya karena bersalah mengakibatkan banyak yang jadi korban," ujarnya.

Kapolresta Palangkaraya, mengatakan, pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara Pasal 187 jo 188 KUHP."Saya berpesan agar warga berhati-hati dengan bahaya kebakaran perumahan.maupun kebakaran lahan dalam memasuki musim.kemarau ini," ujarnya.

Sementara itu, kasus kebakaran ini masih mrnjadi perbincangan warga setempat. Pantauan di lokasi kebakaran, warga masih belum terima dengan ulah pelaku yang telah mengakibatkan puluhan rumah warga turut jadi korban akibat kejadian tersebut.

Pantauan lapangan, Rabu (4/8/2021) petugas sudah mendirika posko untuk bantuan kepada korban kebakaran. Terdata, sebanyak 35 kepala keluarga (KK) serta 135 jiwa yang tempat tinggalnya terbakar, saat ini para korban di tampung di rumah keluarganya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved