Berita Banjar
Terancam Rugi, Petani Ikan Air Tawar di Karang Intan Kalsel Menjerit
Petani ikan air tawar di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjerit karena kesusahan mendapatkan oksigen.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petani ikan air tawar di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjerit karena kesusahan mendapatkan oksigen.
Oksigen dibutuhkan para petani ikan air tawar di kolam, keramba ataupun di jaring apung untuk pengiriman bibit ikan keluar wilayah Kecamatan Karang Intan.
" Memang betul saat ini para petani ikan di wilayah Kecamatan Karang Intan menjerit karena susahnya mendapatkan oksigen dan oksigen ini merupakan kebutuhan utama bagi para petani ikan baik dalam kolam ataupun keramba jaring apung," kata Warhamni, Rabu (4/8/2021).
Tokoh masyarakat di Kecamatan Karang Intan itu mengaku oksigen diperlukan petani ikan untuk kolam pembibitan dan panen ikan.
Baca juga: NEWSVIDEO : Petani Ikan di Marabahan Kota Pasrah, Setiap Hari 500 Ekor Ikan Di Karamba Mati
Baca juga: Petani Ikan di Bawah Jembatan Rumpiang Batola Resah, Puluhan Ribu Ikan Nila Mati Mendadak
Baca juga: Ingatkan Petani Ikan Kawasan Rawan Banjir, Dinas Pertanian Banjar Edarkan Imbauan ini
"Tentunya pengiriman bibit-bibit ikan memerlukan oksigen karena dikirim dalam wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah," katanya.
Oksigen dibutuhkan untuk selama perjalanan bibit ikan, Warhamni mengaku oksigen diperlukan untuk memanen ikan.
"kondisi ikan masih segar," ujar lelaki yang juga anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Banjar.
Menurutnya, masyarakat dan para petani pada kelompok-kelompok Tani sangat mengharapkan pemikiran dan solusi bagi instansi terkait agar bisa mendapatkan oksigen.
Diakuinya, masyarakat petani ikan menyadari bahwa tentunya kebutuhan akan oksigen saat ini sangat diperlukan oleh semua rumah sakit.
"Saya ingi pengiriman pengadaan oksigen bisa ditambah sehingga mencukupi untuk para petani ikan di Kecamatan Karang Intan," katanya.
Petani ikan di Kecamatan Karang Intan terancam merugi karena kalau ikan tidak bisa dipanen ataupun pengiriman bibit dipaksakan banyak yang mati.
Menurut Warhamni, komoditas ikan air tawar di Kecamatan Karang Intan sangat diperlukan masyarakat untuk kebutuhan gizi.
"Kemarin, selaku tokoh masyarakat yang juga sebagai anggota DPRD sudah menyampaikan ke instansi terkait dan Dinas Perindustrian Perdagangan," katanya.
"akan tetapi seperti yang memang kita maklumi saat ini penyaluran penyaluran oksigen lebih diutamakan untuk pengadaan di rumah sakit," akunya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ikann-karang-intan-banjar-rrrr.jpg)