Breaking News:

Berita Tapin

Dinas PUPR Tapin Evaluasi Kerusakan Jalan Rusak Desa Lawahan Tapin Selatan

Rusaknya jalan Matang Asam di Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan menjadi perhatian Dinas PUPR Tapin.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
Kondisi kerusakan jalan di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Rusaknya jalan Matang Asam di Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan menjadi perhatian Dinas PUPR Tapin.

Kepala Dinas PUPR Tapin, H Yustan Azidin saat ditemui banjarmasinpost.co.id mengatakan pihaknya akan langsung gelar evaluasi terkait kerusakan jalan tersebut.

"Informasi ini akan segera kita tindaklanjuti dengan evaluasi," jelasnya.

Yustan mengatakan bila kerusakan jalan tersebut akibat material pembuatan sarang burung, maka pihaknya akan kembali intens melakukan evaluasi.

Baca juga: Komisi III DPRD Tapin Sambangi RSUD Datu Sanggul, Monitoring Kesiapan dan Penanganan Pasien Covid-19

Baca juga: PUPR Tapin Luncurkan Aplikasi Si Jantan, Masyarakat Bisa Laporkan Kerusakan Jalan dan Jembatan

Baca juga: Kapolda Kalsel Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Kalsel, Begini Agenda Kegiatannya

"Bagaimana pun caranya, perlu ada evaluasi yang intens karena jika sudah diperbaiki dan masih ada aktivitas itu otomatis jalan pasti kembali rusak," jelasnya.

Ia mengatakan untuk masyarakat di sepanjang jalan tersebut pasti terdampak selama masih ada aktivitas angkut material untuk pembangunan sarang burung.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kerusakan jalan sepanjang tiga kilometer dengan lebar tiga meter tersebut sejak 2016 lalu.

Hingga saat ini hingga saat ini memang belum ada perbaikan sama sekali sehingga setiap pengemudi baik roda dua maupun empat harus berhati-hati karena kiri dan kanan jalan dipenuhi jalan berlubang dan berlumpur.

Kepala Desa Lawahan, Indriyadi kemarin, (04/08/2021) saat ditemui mengatakan rusaknya jalan ini sebelum pihaknya menjabat sebagai kepala desa setempat.

"Informasi dari Masyarakat, yang mengakibatkan jalan itu rusak karena sarang burung," jelasnya.

Yadi mengatakan sampai saat ini para pengusaha sarang burung kurang lebih ada 10 bangunan ini tidak ada retribusi juga untuk membantu desa memperbaiki jalan ini.

"Warga yang ada di Desa tersebut ada 250 Kepala Keluaraga oleh karena itu saya berharap pemerintah daerah bisa membantu untuk memperbaiki jalan ini," jelasnya.

Ia mengatakan bila jalan ini diperbaiki menggunakan Dana Desa sangat tidak cukup karena ada keperluan yang lain yang juga harus diperhatikan.

(banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved