Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

Oksigwn Bantuan Presiden RI Didistribusikan ke Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Kalteng

Pemerintah Kalteng akan mendistribusikan bantuan oksigen dari Presiden Joko Widoso ke rumah sakit pemerintah dan swasta

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Sejumlah rumah sakit seperti RS TNI AD di Jalan Diponegoro Palangkaraya sudah menyiapkan tenda di halaman untuk mengantisipasi jika terjadi lomjakan pasien Covid-19. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 133 Oxygen Concemtrator bantuan Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akan didistribusikan kepada rumah sakit swasta dan rumah sakit milik Pemerintah Daerah.

Oxygen Concentrator yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut sangat dibutuhkan oleh rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

Selama masa pandemi covid-19 ini banyak pasien yang membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasan.

Selama ini tidak semua rumah sakit yang memiliki banyak cadangan oksigen padahal jumlah pasien covid-19 terus bertambah.

Baca juga: Hindari Penumpukkan Massa, Vaksinasi Massal Palangkaraya Dievaluasi

Baca juga: Dishub Operasionalkan 33 Armada Taksi Resmi Layani Rute Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Pasien yang mengalami kesulitan bernafas dan harus dirawat di rumah sakit jiga terus bertambah.

Hingga Jumat (6/7/2021) warga positif covid-19 dan dirawat di rumah masih cukup banyak.

Sebagian besar sudah terdaftar dan terus dipantau oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya agar bisa dibantu jika memerlukan obat-obatan dan pelayanan tenaga medis.

Keluhan dari warga yang melakukan perawatan secara mandiri di rumah selama ini masih kesulitan mendapatkan oksigen ketika pasien yang sakit sesak nafas.

Baca juga: Diduga Mencabuli Anak di Bawah Umur, Karyawan Swasta di Banjarmasin Diciduk Polisi

Baca juga: Dioperasionalkan Jadi Tempat Isolasi Terpusat, Gedung SKB Tapin Dijaga Ketat Petugas Gabungan

"Saya sempat dirawat di rumah selama lima hari, awalnya, baik-baik saja tetapi setelah jalan empat hari mulai mengalami sesak nafas, sudah diberikan oksigen, ketika habis susah mengisinya lagi, karena harus menunggu kiriman dari Kalsel," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul, mengakui, pihaknya mengajukan permintaan oksigen kepada pusat karena stok di beberapa rumah sakit menipis.

Ketika bantuan oksigen datang akan didistribusikan ke RS pemerintah dan swasta.

"Kami akan memprioritaskan rumah sakit yang banar-benar memerlukan karena pasiennya banyak dan membutuhkan oksigen dalam jumlah banyak. Namun pembagiannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, RS swasta maupun milik pemerintah," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved