Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Permintaan Singkong Menurun, Tak Dipanen Singkong Petani Desa Tungkaran Banjar Digerogoti Hama Tikus

Permintaan singkong menurun. Bahkan singkong yang dipanen petani pun tak habis terjual, sementara tanaman siap panen menjadi sasaran hama tikus.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Kebun singkong nampak kering karena tidak dicabut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Permintaan singkong atau gumbili dalam bahasa Banjar, cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan singkong yang dipanen petani pun tak habis terjual, sementara tanaman siap panen menjadi sasaran hama tikus.

Kai, salah seorang petani singkong dari Desa Tungkaran, Martapura, Kabupaten Banjar, mengatakan, penjualan singkong memang sempat sepi dalam sebulan terakhir.

"Apa penyebabnya? Karena permintaan singkong di pasaran berkurang, pastinya sudah hampir sekitar sebulan ini," ungkapnya.

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap, Tetangga Temukan Kai Meninggal di Rumah Kontrakan Kompleks LLASDP I Banjarmasin

Baca juga: Lelang Rumah Oleh Pengusaha Pontianak Disorot, Hasilnya untuk Polda Kalbar Bantu Penanganan Covid-19

Baca juga: BREAKING NEWS, Kantor Bapelitbangda HSS Terbakar, Diduga Berasal dari Lantai II

Tak terjualnya semua hasil panen membuatnya menunda panen berikutnya. Namun akibatnya umbi singkongnya digerogoti tikus.

"Ya, hampir satu jalur tanaman singkong akhirnya rusak karena digerogoti tikus," tukasnya.

Kai menanyakan kepada pedagang yang biasa membeli singkong ke tempatnya dan mendapat jawaban bahwa peminat singkong lagi sepi, apalagi PPKM membuat masyarakat yang berbelanja ke pasar menjadi berkurang.

"Syukurlah hari kemarin mulai ada yang beli, semoga permintaan bisa kembali membaik," harapnya.

Hal sama juga diakui Fahmi, petani singkong di Jl Purnawirawan, Banjarbaru, bahwa permintaan singkong sangat berkurang, sehingga ia juga belum berani menambah tanaman baru.

"Sementara ini singkong yang ada saja belum saya cabuti. Saya juga khawatir untuk menanam yang baru, ya kalau nanti umbinya ketuaan atau dimakan hama, kami yang rugi. Jadi menunggu yang ada terjual dulu," paparnya.

Sementara Ikhsan, pedagang gorengan, yang bisa juga menyediakan singkong gor nh, mengatakan, untuk sementara ia tidak menyediakan singkong karena memang kurang penjualannya.

"Saya seadanya saja juga jualan, cuma menyediakan tempe, tahu dan pisang goreng," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved