Breaking News:

Fikrah

Sahabat Nabi Bernama Abu Umamah

doa ini selalu dibaca oleh Abu Umamah selesai salat fardu magrib dan usai salat fardu subuh.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - ALLAH Swt berfirman: “wamaa kanalahu muajibahum waa anta pihim (Allah Swt tidak lah mengajab umat kalau engkau berada di kalangan mereka.) Wama kanalahu muajibahum wahum yastag firun. (Al-Anfal ayat : 33).

Memang keberadaan Nabi Muhammad Saw dimana pun membawa keselamatan. Betapa tidak, dikatakan, “minhuddawabu falam tahruf, wama waaqa’at zuba batun fijismihil hasani (hewan-hewan tidak lah lari dari beliau, baik yang jinak maupun yang liar. Lalat tidak lah hinggap di tubuh beliau yang tampan itu.) Wara ahu ka amami ru’yatin sabatat wala yura asarubaulin fissyamsi zufitania (Dia tahu apa yang ada di belakang beliau sebagai mana beliau melihat ke depan). Wakalbuhu lam yanam wal’ainu na’asat (Hati beliau tidak lah tidur walau pun mata nya telah mengantuk dan air kencingnya tidak lah pernah terlihat karena langsung di telan bumi). Katipahu qad’alata fi kaumin idzajalasu wala yura zilluhu fissyamsi zufitani (Bahunya lebih tinggi dari siapa pun yang duduk di sekeliling beliau, dan baying-bayangnya tidak pernah terlihat oleh orang yang cerdas sekali pun). Pas pas biha takun aminan minfitanin wamin mihani (Pelihara oleh mu ungkapan-ungkapan ini, anda akan selamat dari bala dan fitnah. Wamauliduhu sifyaza bimuhtatani (kelahirannya sudah dalam berhitan.) Nabi Saw pernah bersabda, “Aku dilahirkan dalam keadaan berhitan, sehingga tak seorang pun pernah melihat aurat ku.”

Diriwayatkan, pada suatu pagi matahari telah terasa panas. Beliau masuk ke dalam masjid dan menemukan seorang sahabat yang bernama Abu Umamah duduk di dalam masjid. Lalu beliau menyapa, “ya Aba Umamah, maali araka jalisan fil masjidi fii gairi waakati salatin (wahai Abu Umamah kenapa kulihat engkau duduk di dalam mesjid, padahal waktu ini bukan waktu salat.” Abu Umamah menjawab, “ humumun lazimatni waduyunun yarasula (kegundahan yang menimpa aku dan utang yang melilit ku wahai Rasulullah SAW.)

Lalu Rasul berkata, “ apa u’allima kalimatan pakul ija asbahta waija amsaita ajabalahu hammata waqada anka dainaka (baca olehmu doa ini, apabila engkau berada di waktu subuh dan di waktu sore, niscaya Allah membukakan jalan bagi mu dan utang-utang mu akan terbayar.” Abu Umamah berkata, “wamazaka yarasulallah.” Lalu Rasul membacakan doa dimaksud, yaitu “allahuma inni a’ujubika minal hamni walgamni (ya Allah aku berlindung kepada engkau dari kegundahan dan kesedihan), waajubika minal ajaji walkasali (aku berlindung kepada engkau dari kelemahan dan kemalasan), waajubika minal jubni walbuhli (aku berlindung pada engkau dari pengecut dan kikir), waaujubika min galabatit daini wakahrirzal (aku berlindung pada engkau dari lilitan utang dan paksaan orang lain terhadap dirinya.”

Rupanya doa ini selalu dibaca oleh Abu Umamah selesai salat fardu magrib dan usai salat fardu subuh. Setelah beberapa waktu kemudian, Abu Umamah datang lagi kepada Rasulullah SAW dan melaporkan, katanya, “wahai Rasul utang ku telah terbayar.”

Di dalam riwayat yang lain seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “ya Rasulullah, tawallat aniyaddunya wali duyunun ahammatni (wahai rasul, dunia telah lari dari ku dan utang ku menumpuk , perdagangan ku selalu rugi).” Rasul Saw bersabda, “faa aina anta min tasbihil malaikati walkhala’ik wabiha yurjakun (di mana engkau dari tasbih para malaikat dan para makhluk dengan itu mereka dimudahkan mendapatkan rezeki mereka).” Orang itu berkata, “wama jaka yarasula (apa itu bunyi tasbih malaikat dan para mahluk itu).” Rasul menjawab: “qulbadat salati sunati subuhi wabainal iqamah miatamaratin wahiya (yaitu) subahanalahi wabi hamdihi, subahanallah hil azim astagfirulah.” Biasanya di masyarakat kita sesudah salat sunat subuh membaca doa: yahaiyu yakaiyyum laailaha illa anta. Doa ini juga tetap dibaca. Fadilatnya untuk memperkuat iman, yang biasanya ditutup dengan aslihlanal akmal fiddini waddun-ya. yallahu biha bihusnilkhatimah, yallahu biha gubrani junub, yallah hubiha bittaubah walkabul nah. Sesudah itu bacalah doa seratus kali itu tadi yaitu subahanallah wabi hamdih subahanalah hil adzim astagfirulah. Jika masih ada waktu baca lagi astagfirulah inahu kana gaffara tujuh puluh kali. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved