Breaking News:

Berita HST

Walhi Desak Gubernur Kalsel Terpilih Sediakan Anggaran untuk Penyelamatan Hutan Meratus

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono menyatakan, saat ini Kalsel dalam kondisi darurat bencana ekologis.

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu jembatan darurat di Desa Patikalain Kecamatan Hantaan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menjadi akses warga setempat ke kota kecamatan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono menyatakan, saat ini Kalsel dalam kondisi darurat bencana ekologis.

Untuk itu Walhi mendesak Gubernur Kalsel terpilih H Sahbirin Noor-Muhidin agar segera ‘mengobati’ Kalsel yang sakitnya makin parah.

“Saat ini Kalsel menghadapi pandemi covid-19 dan dampak banjir besar Januari 2021 lalu. Bentar lagi menghadapi Karhutla. Kedepan bukan tidak mungkin menghadapi rawan pangan dan ekonomi jika pemulihan akibat kerusakan lingkungan tidak dilaksanakan,”kata Kisworo, kepada banjarmasinpost.co.id, usai kegiatan pelatihan budidaya dan pengolahan kopi bersama petani di Kampung Papagaran Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (7/8/2021).

Kegiatan di Kawasan Wisata Puncak Titian Muasang itu berkolaborasi dengan Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel. Menurut Kisworo, pemimpin terpilih harus segera menyusun program kerja baik RPJMD maupun RPJP.

Baca juga: Judicial Review 9 Pasal UU Minerba Diterima MK, WALHI Kalsel : Pemprov Harusnya Ikut Mendukung

Baca juga: Walhi Kalsel: Soal Karhutla, Pemerintah Lalai

Baca juga: Limbah Sawit dan Batu Bara Tak Masuk B3, Walhi: Inilah Kekhawatiran Walhi Terhadap UU Ciptaker

Baca juga: Walhi Kalsel Menangkan Gugatan, Perusahaan Tambang Diminta untuk Taati Putusan MA

Gubernur juga diharapkan memberikan anggaran untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat dan pemulihan lingkungan. Pemerintah juga dimita agar segera mengakui masyarakat adat Dayak Meratus .

Menurutnya, pada 9 Agustus adalah hari masyarakat adat se dunia, 76 tahun NKRI dan 71 tahun Kalsel. Awal tahun lalu Kalsel dilanda banjir dasyat. Penyelamatan meratus bukan hanya Gerakan Walhi, SPI dan masyarakat adat.

Tapi kewajiban semua orang, sehingga menjadi tugas kita bersama karena Meratus atapnya Kalsel.

“Kolaborasi yang dilakukan bersama SPI terkait pembinaan petani saat ini, sebut dia sebagai langkah bersama menyejahterakan masyarakat Meratus melalui sektor pertanian,” katanya.

Masyarakat Dayak Meratus dari dulu sampai sekarang konsisten dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan mereka sehingga pemerintah patut mengapresiasi.

Program 2021, pihaknya bekerjsama dengan SPI, Posko Meratus berupaya membantu mengatasi dampak luar biasa merugikan masyarakat, akibat bencana ekologi yang dirasakan masyarakat Kalsel, termasuk di Hulu Sungai Tengah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved