Tahun Baru Islam 2021

Selain Puasa Asyura di Tahun Baru Islam 2021, Jangan Lupa Santuni Anak Yatim Saat 10 Muharram

Selain puasa Tasua, Asyura juga ada amalan lain menyantuni anak yatim saat 10 Muharram 1443 H.

Editor: M.Risman Noor
TribunKaltim.com/Zainul
Kapolresta Balikpapan bersama istri temui enam anak yatim piatu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berbagai amalan sangat dianjurkan saat memasuki Tahun Baru Islam 2021.

Selain puasa Tasua, Asyura juga ada amalan lain menyantuni anak yatim saat 10 Muharram 1443 H.

Tradisi menyantuni anak yatim di 10 Muharram kini masih berjalan di sejumlah daerah kala memasuki Tahun Baru Islam 1443 H

Menyantuni anak yatim memang tak mengenal waktu, namun momen Asyura lebih dianjurkan dilakukan umat muslim.

Baca juga: Shalat Dhuha Berjemaah Pernah Dicontohkan Rasulullah SAW, Begini Niat dan Tata Caranya

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram yakni hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Amalan yang bisa dilakukan termasuk puasa Tasua dan Asyuro.

Syahrini dan ribuan Anak Yatim
Syahrini dan ribuan Anak Yatim (kanal youtube Princess Syahrini)

Sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa tanggal 10 Muharram (Asyura) adalah Hari Raya anak yatim.

Sehingga banyak yang menyantuni anak- anak yatim pada tanggal tersebut. Apakah benar ada Hari Raya anak yatim?

Tribunnews.com mengutip tulisan Tebuireng Online berjudul Hari Raya Anak Yatim, Adakah?

Dijelaskan bahwa Idul Yatama (hari raya anak- anak yatim) yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram (Asyura) sebenarnya bukan hari raya sebagaimana hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Istilah Idul Yatama hanya sebagai ungkapan kegembiraan bagi anak- anak yatim.

Karena pada tanggal tersebut, banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

Baca juga: Panduan Membaca Doa Qunut Saat Shalat Subuh, Simak Pengertian dan Makna Bacaan Qunut

Dalam hadits riwayat Abu Dawud ra. dinyatakan bahwa Hari Raya umat Islam hanya ada dua, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri :

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْأَضْحَى، وَيَوْمَ الْفِطْرِ “

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved