Breaking News:

Berita Kalteng

BRGM Gelar Dialog Bernas Pengelolaan Lahan Gambut Wilayah Kalimantan, Hadirkan Pakar Gambut

Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) Selasa (10/8/2021) menggelar dialog bernas pengelolaan lahan gambut wilayah Kalimantan.

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Tim patroli kebakaran hutan dan lahan Polda Kalteng, memantau lahan kering rawan terbakar dipinggiran Kota Palangkaraya, menggunakan sepeda motor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrov (BRGM) Selasa (10/8/2021) menggelar dialog bernas pengelolaan lahan gambut wilayah Kalimantan.

Acara ini mempertemukan ahli gambut dan pengambil kebijakan didaerah serta kalangan pers yang ada di Kalimantan.

Kegiatan dialog dilakukan secara virtual zoom meeting mengundang beberapa pemateri antara lain, Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo, Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, Kalsel, Kalbar, juga Kepala Kelompok Kerja Wilayah Kalimantan dan Papua BRGM, Jany Tri Raharjo.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kalimantan Tengah, Merti Ilona, dalam kegiatan tersebut, menyebutkan, kerja BRGM selama ini perannya besar dalam merestorasi kerusakan gambut akibat alih fungsi lahan dan kebakaran. 

Baca juga: Kebakaran Lahan Gambut Sekitar Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Pemadaman Berlangsung 1,5 Jam

Baca juga: Tim Siaga Karhutla Kalteng Patroli ke Lokasi Lahan Gambut Rawan Terbakar

Baca juga: VIDEO Petani Food Estate Pulangpisau Keluhkan Pengairan Lahan Gambut, Panen Perdana Belum Optimal

Dia menjadi saksi bahwa kebakaran gambut mengakibatkan bencana kabut asap luar biasa, di Kalimantan Tengah terdapat sekitar 3 juta hektare lahan gambut di Kalimantan Tengah sudah mengalami kerusakan sehingga memang perlu dilakukan perbaikan.

Untuk itu, dia berharap intervensi pengembangan ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitar IPG dapat diteruskan untuk mengawal IPG.

“Semoga di tengah pandemi jangan sampai duet maut Covid-19 dan kebakaran gambut terjadi, sehingga kita semua harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran,”  ujar Merti.

Sementara itu,  Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo,mengatakan, pengelolaan lahan gambut di Kalimantan selama ini mendapat perhatian internasional karena kemampuan gambut sebagai penyimpan cadangan karbon dunia sehingga harus benar-benar di jaga agar tidak mengalami kerusakan.

Dia mengungkapkan, munculnya sejumlah titik api yang terpantau melalui satelit di wilayah Kalimantan, perlu mendapat perhatian esktra.

"Ini  dapat dilakukan Dinas Lingkungan Hidupdengan melakukan audit of compliance, atau audit pengendalian kebakaran hutan dan lahan terhadap korporasi," ujarnya.

Dia mengatakan, peran korporasi dalam menjalankan fungsi sesuai aturan yang berlaku akan terlihat ketika terjadi kebakaran lahan , tentunya mereka juga turut membantu. Perlu dilihat sarana dan prasarana pendukung penanganan kebakaran lahan gambut.

"Akan terlihat apakah korporasi sudah atau belum memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), mempunyai tugas sebagai fasilitator dan koordinator untuk merestorasi lahan gambut bekas terbakar.

Baca juga: BRGM Benahi Lahan Gambut Terbengkalai dan Rawan Terbakar di Pulangpisau Kalteng Jadi Lahan Produktif

“Jadi jangan dikejar untuk bertanggung jawab penanganan karhutla, ini tanggungjawab bersama” ujarnya.

Berdasarkan data, periode 2016-2020, Badan Restorasi Gambut bersama mitra restorasi telah membangun 6.947 sekat kanal, 427 timbun kanal dan 15.348 sumur bor, 30 paket revegatasi dengan total area 1.709,35 ha dan 1.214 paket revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat, serta melibatkan 
29.664 anggota masyarakat. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved