Tahun Baru Islam 2021

Bubur Asyura Tradisi Memasuki Tahun Baru Islam 2021, Ini Resep Memasak Bubur 10 Muharram

Setiap 10 Muharram, ada tradisi di Kalsel membuat bubur yang menandai masuknya Tahun Baru Islam 2021.

Editor: M.Risman Noor
ibrahim ashabirin
Warga Desa Simbar Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin beramai-ramai memasak bubur asyura dengan menggunakan lima buah wajan besar, Kamis (20/9/2018). 

Berikut ini Banjarmasinpost.co.id himpunkan resepnya dari carabuatresep.blogspot.com.

Warga Gang Al-Mizan Rt 02 Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalsel beramai-ramai membuat bubur asyura
Warga Gang Al-Mizan Rt 02 Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalsel beramai-ramai membuat bubur asyura (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

RESEP BUBUR ASYURA

Tiap 10 Muharram, umat Islam di Kalimantan Selatan menggelar tradisi khusus, yaitu Puasa Asyura. (banjarmasinpost.co.id/yayu)

BAHAN :

50 gram beras, cuci bersih
200 cc santan cair/encer
100 cc santan kental
1/2 sdt garam
1 lembar daun salam

Baca juga: Panduan Shalat Tahajud dan Bacaan Niatnya Bagi Pemula, Dilengkapi 3 Surah Rutin Dibaca Rasulullah

BAHAN PELENGKAP :

Abon daging sapi
Sambal goreng kering tempe
Dadar telur, dipotong tipis
Bawang goreng
Cabai, potong halus, digoreng
Kacang kedelai goreng
Daun kemangi
Biji delima atau jeruk bali

CARA MEMASAK BUBUR ASYURA KHAS BANJARMASIN :

Rebus santan cair, masukkan beras, garam dan daun salam. Masak hingga beras lunak.
Masukkan santan kental, masak terus hingga menjadi bubur.
Sajikan bubur selagi hangat dengan bahan pelengkap.

Proses membuat bubur Asyura.
Proses membuat bubur Asyura. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)

FAKTA UNIK BUBUR ASYURA

Selain itu, ada banyak lagi fakta unik tentang tradisi pelaksanaan puasa 10 Muharram dan bubur Asyura di Kalimantan Selatan, berikut ulasannya:

1. Bubur Asyura tak memiliki resep khusus. Biasanya, bahan dan rempah-rempahnya sembarang saja, sesuai dengan apa yang dimiliki pembuatnya. Hal ini didasarkan pada apa yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW saat berpuasa Asyura, yaitu mencampurkan bahan apa saja yang dimiliki dimasak menjadi bubur lalu disantap untuk menu berbuka puasa. Hal ini kemudian menyebar di antara umat Islam dan diikuti serta dijadikan tradisi hingga sekarang.

2. Bahannya harus 41 macam, jika tak mencapai jumlah itu, pernah juga ada yang mencampurkan batu dan lumut untuk melengkapi syarat tradisi itu. Ini berdasarkan kisah-kisah dari para orang tua dulu.

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

3. Mengapa harus 41 macam? Karena angka 41 sangat sakral bagi orang Banjar. Hal ini berkaitan pula dengan tradisi orang Banjar yang dulu beragama Hindu yaitu membuat persembahan kue berjumlah 41 jenis, biasanya khusus di acara-acara kalangan bangsawan saja. Setelah Islam datang, tradisi kue 41 dan angka sakral tersebut tetap dilestarikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved