Breaking News:

Berita Banjarbaru

Kepala Dinkes Kota Banjarbaru Sebut Sudah Jalankan 3 Poin Arahan Presiden

Dinkes Banjarbaru lakukan arahan Presiden untuk tangani Covid-19, tambah tempat tidur di rumah sakit, bangun isolasi terpusat, isi Sistem SIRS Online.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Rizana Mirza, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru menindaklanjuti arahan Presiden untuk mengendalikan laju kenaikan kasus Covid-19. 

Diketahui, 45 daerah menerapkan PPKM Level 4 dan 30 kabupaten/kota lainnya yang memiliki tingkat risiko tinggi agar segera mengambil  langkah konkrit untuk mengendalikan laju kasus Covid-19.

Kepala daerah dari 30 kabupaten/kota dimaksud telah diminta untuk melakukan upaya mengendalikan laju kasus Covid-19 di wilayah masing-masing.

Pertama, melakukan penambahan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19, melalui  konversi paling sedikit 40 persen dari total kapasitas tempat tidur yang dimiliki rumah sakit di daerah.

Kedua, penyiapan fasilitas isolasi terpusat untuk menampung warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah guna mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Baca juga: Langgar Jam PPKM Level 4 Banjarbaru, Tempat Fitnes Kena Tegur dan Diminta Tutup

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Banjarbaru Berlanjut, Hari Ini Meninggal 5 Orang

Ketiga, aktif mengisi Sistem SIRS Online guna mendata ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan keperluan Oksigen untuk pasien Covid-19 di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, mengatakan, untuk poin pertama sudah melebihi kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 melalui konversi paling sedikit 40 persen.

"Untuk melengkapi RSD Idaman Banjarbaru itu sudah tersedia 97 tempat tidur yang baik untuk ICU maupun untuk isolasi Covid-19. Jadi ini sudah lebih dari 40 persen sebagaimana yang diminta akan itu," ujar dia.

Itu belum ditambah dengan keikutsertaan berapa rumah sakit milik TNI Angkatan Udara Syamsudin Noor, rumah sakit di Guntung Payung serta beberapa rumah sakit swasta lainnya.

Terkait poin kedua mengenai tempat isolasi terpadu di Kota Banjarbaru sementara ini dengan segala keterbatasanya berkoordinasi dengan Pemprov Kalsel menggunakan gedungnya.

Baca juga: Kedatangan Vaksin Covid-19 Selalu Dikawal Ketat, Begini Penjelasan Kasatlantas Polres Banjarbaru

Baca juga: Sukses Tembus Pasar Mancanegara, Jamu Sarigading Kalsel Berawal dari Usaha Sederhana

"Kebetulan gedung milik pengprov yang menjadi isolasi terpadu itu berada di Banjarbaru, yaitu Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Banjarbaru dan gedung BPSDM," ujar Rizana. 

Terakhir, poin ketiga, berkaitan dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online RSDI Banjarbaru selalu rutin mengisinya.

"Itu tentang ketersediaan tempat tidur yang ada di RSD Idaman Banjarbaru, termasuk swasta dan tentang ketersediaan oksigen dan sebagainya," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved