Breaking News:

Tajuk

Berdampingan dengan Corona

virus yang awalnya diremehkan sekarang sudah menjelma menjadi monster pencabut nyawa. Setiap harinya ada saja orang yang meninggal dunia

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - MAU hidup berdampingan dengan Covid-19 (Corona)? Membayangkannya saja tidak mau. Bagaimana tidak, virus yang awalnya diremehkan sekarang sudah menjelma menjadi monster pencabut nyawa. Setiap harinya ada saja orang yang meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan yang lahir di Wuhan, China, ini.

Di Indonesia, jumlah orang yang meninggal setelah terpapar Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 pusat, pada tanggal 9-10 Agustus 2021, ada 2.048 pasien Covid-19 yang tutup usia.
Ini merupakan jumlah tertinggi kedua selama pandemi berlangsung di Indonesia. Adapun, jumlah tertinggi tercatat pada 27 Juli 2021 dengan angka kematian yang mencapai 2.069 dalam sehari. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 110.619 orang sejak awal pandemi.

Terlepas mau atau tidak mau, hidup berdampingan dengan Covid-19 ini kemungkinan besar akan terjadi. Pasalnya, sampai sekarang belum ditemukan obat yang mampu mengalahkan kehebatan virus ini. Apalagi sekarang ini ada varian baru yakni, varian Delta B1617.2.

Menurut para ahli epidemiologi, kecepatan penularan varian Delta sangat mengerikan. Seorang yang berpapasan dengan penderita Covid-19 varian Delta mungkin bisa terpapar. Walaupun berpapasan satu meter. Kemudian masa inkubasi varian baru virus Covid-19 juga mengerikan. Masa inkubasi 3-7 hari. Dalam tiga hari varian Delta sudah bisa menimbulkan gejala. Di antaranya sakit perut, hilangnya selera makan, muntah, mual, nyeri sendi dan gangguan pendengaran.

Karena belum ada kepastian kapan pandemi Covid-19 berakhir, saat ini pemerintah sudah memberi sinyal bahwa masyarakat berpotensi hidup berdampingan dengan Covid-19 dalam jangka waktu yang lama. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan roadmap bagaimana hidup berdampingan dengan Covid-19.

Dalam roadmap akan diatur protokol kesehatan yang tidak hanya menekan terjadinya penularan Covid-19, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa. Setidaknya ada enam aktivitas utama yang akan diatur dalam roadmap.

Enam aktivitas utama itu meliputi perdagangan baik modern maupun tradisional, seperti mal atau department store atau juga perdagangan tradisional seperti pasar basah atau toko-toko kelontong. Kantor dan kawasan industri. Transportasi baik darat, laut, dan udara. Pariwisata mencakup hotel, restoran, atau event. Keagamaan dan pendidikan

Tentu saja roadmap itu akan diujicoba terlebih dahulu. Sebelum roadmap itu diterapkan, sangatlah tepat kalau kita tetap selalu waspada dan taat dengan protokol kesehatan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabu di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved