Breaking News:

Berita Internasional

Buntut Insiden Diplomat Nigeria Vs Staf Imigrasi Indonesia, Begini Kata Pejabat Kemenlu

Insiden yang melibatkan Dubes Nigeria untuk Indonesia Usman Ogar, dan diplomat Abdulrahman Ibrahim dengan petugas imigrasi Indonesia berbuntut panjang

SHUTTERSTOCK
imigrasi. Buntut Insiden Diplomat Nigeria Vs Staf Imigrasi Indonesia, Begini Kata Pejabat Kemenlu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ABUJA - Insiden yang melibatkan Duta Besar (Dubes) Nigeria untuk Indonesia Usman Ogar, dan diplomat Abdulrahman Ibrahim dengan petugas imigrasi Indonesia berbuntut panjang.

Saat ini, Dubes Usman Ogar dan diplomat Abdulrahman Ibrahim telah tiba di negaranya pada Kamis (12/8/2021).

Kabar tentang kedatangan Ibrahim disampaikan pihak Kementerian Luar Negeri Nigeria pada Rabu (11/8/2021), ketika Dubes Indonesia untuk Nigeria Usra Harahap bertemu Menteri Luar Negeri Geoffrey Onyeama di Abuja.

Pada Sabtu (7/8/2021), dilaporkan terjadi insiden bahwa Ibrahim diserang di mobil oleh beberapa petugas imigrasi di Jakarta.

Insiden penyerangan tersebut telah memicu pertikaian diplomatik antara Nigeria dan pihak berwenang Indonesia dengan pihak Nigeria memanggil Ogar untuk berkonsultasi, sekali mengancam untuk peninjauan kembali hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga: Pencairan BLT UMKM di BRI Tak Perlu Antre, Reservasi Online Lewat eform.bri.co.id/bpum

Baca juga: CARA Cek Bantuan Subsidi Upah Rp 1 Juta Cair Lewat BRI, Mandiri Juga BTN dan BNI, Tak Perlu ke ATM

"Pemerintah Federal akan mengumumkan posisinya setelah berkonsultasi dengan utusan Nigeria yang dipanggil, yang diharapkan tiba di negara itu bersama dengan Ibrahim pada Kamis (hari ini),” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Esther Sunsuwa dalam wawancara dengan media lokal Punch pada Rabu (11/8/2021). Seperti dilansir dari kompas.com.

Menurut laporan Punch yang menerima salinan presentasi Indonesia di Nigeria pada Rabu (11/8/2021), mengatakan Usra menyampaikan kronologi kejadiannya kepada Menlu Nigeria dalam pertemuan pada Senin (9/8/2021).

Disebutkan bahwa kronologi kejadian dimulai saat petugas imigrasi dari Kantor Imigrasi Jakarta Selatan sedang melakukan pengawasan terhadap orang asing, dan meminta identitas Ibrahim.

Namun, diplomat tersebut diduga menolak untuk menunjukkan identitas dirinya atau paspornya.

Usra menyatakan, "Pada saat itu, mereka bertemu dengan Ibrahim, dan dengan sopan memintanya untuk menunjukkan dokumen perjalanannya. Dia menjawab bahwa paspornya ada di kamarnya."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved