Wabah Corona di Kalsel
Covid-19 Melonjak di Kalsel, Kadinkes Akui Dampak Adanya Varian Delta
Kadinkes Kalsel mengakui lonjakan kasus Covid-19 di Kalsel tak lepas dari adanya varian delta di daerah ini
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kadinkes Kalsel HM Muslim mengatakan, meningkatnya angka kasus kematian pasien Covid-19 di Kalsel terlambat dibawa ke rumah sakit dan karena penyakit penyerta.
"Sebagian besar datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah kondisi berat sampai dengan sangat kritis. Sehingga tak tertolong," katanya Kamis (12/8/2021).
Di RSUD Ulin Banjarmasin misalnya, dia menyebut, ada 65 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia karena terlambat. Ada banyak warga yang meninggal masih berada di UGD. Bahkan juga ada yang juga baru beberapa waktu perawatan sudah meninggal.
Selain terlambat dirujuk ke rumah sakit, Muslim menuturkan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia kebanyakan juga punya penyakit penyerta atau komorbid.
Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Banjarbaru Tinggi, Kadinkes Belum Tahu Apakah Karena Varian Delta
Baca juga: Kepala Dinkes Kalsel HM Muslim Sebut 1 Kasus Varian Delta Berasal dari Banjarbaru
Baca juga: Kadinkes Banjarbaru Akui Varian Delta Penyebab Melonjaknya Jumlah Terpapar Covid-19
"Jadi bagi masyarakat yang punya gejala Covid-19 jangan ditahan-tahan. Segera lapor ke fasilitas kesehatan," tuturnya.
Kadinkes tidak menampik, adanya varian delta turut mempercepat penyebaran atau keterpaparan di Kalsel. Mengingat varian delta menyebarkan lebih cepat berkali-kali dari varian Covid 19 biasa.
Berdasarkan data Dinkesprov Kalsel yang diambil dari data Dinkes kabupaten kota di Kalsel Kamis (12/8/2021) penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 465 orang berasal dari Kota Banjarmasin 91 orang, Tanah Bumbu 59 orang, Hulu Sungai Tengah 54 orang, Tabalong 46 orang.
Kemudian, Banjar 45 orang, Kota Banjarbaru 43 orang. Hulu Sungai Selatan 36 orang, Hulu Sungai
Utara 34 orang, Barito Kuala 21 orang, Kotabaru 15 orang, Tapin 11 orang, Balangan 6
orang dan Tanah Laut 4 orang.
Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh sebanyak 424 orang berasal dari Karantina Kota Banjarbaru 125 orang, Karantina Tanah Laut 113 orang, Karantina Banjar 51 orang, Karantina Tapin 48 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 25 orang.
Selanjutnya, Karantina Barito Kuala 16 orang, Karantina Hulu Sungai Tengah 14 orang, Karantina Balangan 14 orang, Karantina Tabalong 7 orang, Karantina Tanah Bumbu 7 orang dan Karantina Hulu Sungai
Selatan 4 orang.
Sedangkan pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal sebanyak 29 orang berasal dari Tanah Laut 6 orang, Kota Banjarbaru 5 orang, Tanah Bumbu 3 orang, Hulu Sungai Utara 3 orang, Kotabaru 3 orang, Hulu Sungai Tengah 2 orang, Hulu Sungai Selatan 2 orang, Tapin 2 orang, Balangan 1 orang, Tabalong 1 orang dan Banjar 1 orang.
Baca juga: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Antisipasi Masuknya Covid-19 Varian Delta
Dengan penambahan tersebut maka total warga Kalsel yang terpapar Covid 19 ada 56.409 orang, sementara pasien sembuh ada 43.330 orang, dirawat 11.399 orang, meninggal 1.680 jiwa, dan suspek 1.283 orang.
Sedangkan angka serangan naik menjadi 1.306 angka kematian naik menjadi 2,98. Sementara dalam tujuh hari terakhir kasus positif menurun -4,8 persen, kasus aktif meningkat 15,9 persen.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/update-covid-19-kalsel-kamis-1282021.jpg)