Breaking News:

Berita Kalteng

Di Masa Pandemi Covid-19, Perekonomian Kalimantan Tengah Tumbuh Positif di Triwulan II Tahun 2021

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah semester I tahun 2021 (c-to-c) tumbuh sebesar 1,10 persen

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagai tempat lalulang armada tongkang yang mengangkut bauksit dari hulu sungai Mentaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah melansir perekonomian Kalimantan Tengah dalam masa pandemi Covid-19 terutama pada triwulan II tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,56 persen (year on year) dibandingkan Triwulan II tahun 2020.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah semester I tahun 2021 (c-to-c) tumbuh sebesar 1,10 persen.

"Semua kategori hampir seluruhnya mengalami pertumbuhan yakni pertumbuhan sektor pertanian Kalimantan Tengah sebesar 1,77 persen (year on year/dibandingkan Triwulan II Tahun 2020)," ujarnya, Jumat (13/8/2021).

Kontribusi sektor pertanian 22,29 persen dari total PDRB Kalimantan Tengah.

Baca juga: Bantuan Sosial Beras untuk Keluarga Penerima Manfaat di Kalteng Mencapai 145.316

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Warga Diimbau Isoman di Tempat yang Disediakan agar Mudah Ditangani

Komponen pada pertumbuhan sektor pertanian disumbang oleh produksi tandan buah segar kelapa sawit yang meningkat, karena sudah memasuki masa panen (y-on-y).

Produksi perkebunan kelapa sawit, karet dan kelapa meningkat.

Harga karet meningkat sehingga banyak petani yang menyadap karet.

Produksi kelapa naik seiring dengan permintaan konsumen
selama Ramadhan (q-to-q).

Sektor pertambangan dan penggalian disumbang oleh produksi batu bara juga meningkat, sebaliknya produksi bauksit menurun signifikan dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

Baca juga: CPNS Kalsel 2021, Pelamar di Pemkab HSS yang Melakukan Sanggahan Sebanyak 300 Orang

Baca juga: Atasi Karhutla di Daerah Rawa Gambut  di HSU, 400 Sumur Bor Harus Dibangun

Produksi batu bara menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-on-q).

Sedangkan, untuk industri pengolahan, produksi CPO, minyak goreng dan turunannya meningkat hingga 9 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

"Produksi kayu olahan plywood maupun kayu olahan rakyat menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," ujarnya.

Untuk, pengadaan Listrik dan Gas, produksi listrik meningkat, karena PLTU di Kajuel mulai beroperasi dan telah menunjang listrik beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah.

"Produksi listrik PLN meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya karena meningkatnya konsumsi listrik
pada golongan rumah tangga," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved