Berita Banjar
Kadinkes Banjar: Pengawasan Pasien Isolasi Mandiri Tugasnya Satgas Desa
Seorang warga, Abdul Hakim, mengatakan saat ini tindakan Pemerintah dari pusat hingga tingkat desa fokus mencegah penularan Covid-19.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seorang warga, Abdul Hakim, mengatakan saat ini tindakan Pemerintah dari pusat hingga tingkat desa fokus mencegah penularan Covid-19.
Seharusnya, pemerintah fokus mencegah kematian atau menekan angka kematian warga dari serangan Covid-19.
Caranya dengan Satgas berkeliling ke rumah untuk memberikan vitamin C secara gratis.
Kendati cakupan vaksinasi Covid-19 belum maksimal, imunitas tubuh warga terjaga karena asupan vitamin C.
Baca juga: Satgas Covid-19 di Kabupaten Tapin Terus Awasi dan Pantau Ketat Pasien Isoman
Baca juga: Sambangi Warga Isoman di Bangkal, Babinkamtimas Polsek Banjarbaru Timur Bawa Sembako dan Obat
Baca juga: Pasien Covid-19 di HSS Masih Isoman di Rumah, Satgas Desa Lakukan Pengawasan
Baca juga: Warga Isoman Diawasi Satgas PPKM Mikro, Dinsos Sudah Salurkan 324 Paket Sembako
"Dari 1.000 orang warga dipastikan 10 persen terpapar Covid-19 dan dari 10 persen itu rata-rata tanpa gejala. Ini kata para ahli," katanya, Jumat (13/8/2021).
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar, Diauddin menjelaskan pengawasan pasien yang srdang melaksanakan isolasi mandiri sudah ditentukan.
"Pengawasan dilaksanakan Satgas Kecamatan dan Satgas Desa atau Satgas Kelurahan," kata Diauddin dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Jumat (13/8/2021).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar itu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banjar yang menjalani isolasi mandiri di angka 800 an.
"Kalau tindakan bagi pasien isolasi mandiri yang berkeliaran bukan ranah Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Tapi pengawasan dilakukan Satgas Kecamatan dan Desa," katanya.
Sementara, pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Kecamatan Mataraman dilakukan Satgas Desa.
Hal itu diakui Sutiyono, Kepala Tata Usaha Puskesmas Mataraman saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id.
Sutiyono mengaku selama ini, pengawasan dan penindakan dilaksanakan Satgas Desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan di Desa.
"Semua desa di Kecamatan Mataraman sudah terbentuk Satgas Desa. Mereka yang aktif melakukan pengawasan terhadap warga yang sedang isolasi mandiri," katanya.
Selain itu, Satgas Desa rutin menyemprotan disinfektan di wilayah sekitar tempat tinggal warga, termasuk di lingkungan tempat tinggal warga yang melaksanakan isolasi mandiri.
"Sejauh ini warga taat menjalani isolasi mandiri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan karena wilayah kecamatan Mataraman masuk zona merah dan banyak warga yang terpapar," katanya.
(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid).