Berita Banjarmasin

Datang dari Kabupaten Konawe, Kalimantan Selatan Tambah Stok 80 Ton Liquid Oksigen

Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA pantau kedatangan 80 ton oksigen cair di Pelabuhan Petikemas Banjarmasin, langsung didistribusikan ke rumah sakit

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Proses bongkar muatan tangki oksigen di Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (15/8/2021) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan kembali kedatangan stok Oksigen. Kali ini dalam bentuk cair, sebanyak 80 ton.

Seluruh liquid oksigen itu dimuat dalam empat tangki besar. Dan tangki-tangki tersebut diangkut menggunakan kapal, yaitu LCT Kencana, di Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB), Kalsel.

Informasi dihimpun, seluruh Oksigen tersebut di dapat dari Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kemudian, diangkut LCT Kencana menuju Kota Banjarmasin. Namun sebelum itu, kapal sempat singgah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, selama beberapa hari.

Kedatangan Oksigen tersebut disaksikan Pj Gubernur Kalsel, Kapolda Kalsel Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin noor, KSOP Kelasi I Banjarmasin, dan PT Pelindo III Regional Kalimantan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat, Pencairan BLT Dana Desa 93 Warga Desa Ulang Kandangan Mandek

Baca juga: Terjadi Lonjakan Kematian Pasien Covid-19 di HSS, Dua Bulan Tercatat 23 Orang Meninggal

Baca juga: Update Covid-19 Batola: Total 45 Meninggal Akibat Corona

Dikatakan Pj Gubernur Kalsel Syafrizal ZA, kedatangan Oksigen tersebut dua hari lebih lambat dari yang sudah prediksikan.

"Semula kami prediksikan kedatangannya 10 hari, tetap perjalanannya 12 hari. Karena, pengisian dari Konawenya antre," katanya, Minggu (15/8/2021) malam.

Selanjutnya, Oksigen tersebut langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kalsel.

"Malam ini juga diangkut dan langsung didistribusikan ke RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, RSD Idaman Banjarbaru, RSUD Brigjen H Hasan Basry di Kota Kandangan dan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut," rincinya.

Menurut Syafrizal, 80 ton oksigen cair tersebut mampu bertahan hingga tujuh sampai delapan hari ke depan.

Baca juga: Update Covid-19 Kabupaten HST: Positif 74, Dalam Perawatan 512, Suspek 2

Baca juga: Update Covid 19 Kalsel, Pasien Sembuh Lampaui Penambahan Kasus Aktif Covid-19 Hari Ini

Baca juga: Terjadi Lonjakan Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Banjarbaru, Hingga 15 Agustus 57 Orang Meninggal

"Nanti kami juga akan mencari sumber lagi, sehingga pada hari ke delapan, Kalsel kembali memperoleh okseigen," tandasnya.

Empat tangki oksigen ini, sambung Syafrizal, merupakan stok tambahan dari suplai oksigen reguler yang bersumber dari tiga perusahaan.

"Ini adalah tambahan. Sedangkan yang regulernya, yaitu dari PT Samator, Lestari dan Indrapurna, tetap berjalan sebagaimana mestinya," imbuh dia.

Selanjutnya, suplai Oksigen juga akan tiba di Kalsel, di antaranya dari Kemenko, Kemenkes dan Kadin.

"Jadi total nanti akan ada tujuh tangki untuk pengisian oksigen selanjutnya. Ini juga nanti dipergunakan untuk membantu Provinsi Kalteng," terangnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved