Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kabar Penurunan Biaya Tes PCR di Banjarmasin Pasca Instruksi Presiden Joko Widodo

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina belum menerapkan harga tes PCR Rp 450 ribu-Rp 550 ribu seperti instruksi Presiden, karena belum ada Inpres dan Inmen.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, mengatakan, akan menerapkan penyesuaian biaya tes PCR setelah ada Instruksi Presiden (Inpres) dan Instruksi Menteri (Inmen). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Biaya tes PCR untuk mendeteksi virus corona di Indonesia jadi perbincangan beberapa hari ini.

Ada yang membandingkannya dengan India. Diketahui, harga tes PCR di Indonesia yang mencapai Rp 900.000 jauh lebih mahal jika dibandingkan di India.

Presiden Joko Widodo pun meminta Kementerian Kesehatan untuk menurunkan Harga Tes PCR di rentang Rp  450.000 hingga Rp 550.000.

Dengan pemberlakuan instruksi tersebut di Kota Banjarmasin, secara umum, rumah sakit dan juga klinik kesehatan masih memberlakukan harga lama dengan kisaran di atas Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta lebih. 

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Senin (16/8/2021) mengatakan, pemberlakuan Harga Tes PCR sesuai instruksi Presiden tersebut belum bisa dilakukan.

Baca juga: Jokowi Minta Harga Tes PCR Indonesia yang Kemahalan Diturunkan, Jadi Rp 450 Ribu Sampai Rp 550 Ribu

Lebih-lebih saat ini belum ada surat edaran resmi atau Instruksi Presiden (Inpres) dan Instruksi Menteri (Inmen)  terkait hal tersebut. 

"Kami bisa menyesuaikan. Kalau di rumah sakit pemerintah, dana pengadaan bahan itu berasal dari bencana, dari dana Covid, karena penagihannya pun melalui BPJS. Kecuali permintaan dari masyarakat, tentu ada tarifnya. Hitung-hitungannyakan begitu," kata Ibnu Sina

Namun ke depan, jika sudah ada perintah resmi dari pemerintah pusat, menurut Ibnu Sina, pihaknya akan melaksanakan.

"Kalau sudah ada instruksi dari Presiden, kami mengikuti. Umumnya, untuk rumah sakit pemerintah harusnya disubsidikan. Kecuali kalau rumah sakit swasta, tergantung kebijakan mereka nanti," tutupnya. 

Keterangan yang sama juga dikatakan Kepala RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso, Dokter Bambang Pitoyo Nugroho. "Kalau sudah ada surat edaran, kami akan menyesuaikan," katanya. 

Baca juga: IDI Ungkap Penyebab Harga Tes PCR Indonesia Lebih Mahal dari India, Sudah Surati Presiden Jokowi

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Level 4 Banjarmasin Berlanjut Sepekan ke Depan 

Di RS Bhayangkara ini, biaya tes PCR Rp 900.000 untuk hasil jadi 3 hari dan Rp 1.250.000 untuk hasil yang selesai di hari yang sama. 

Harga lama tes PCR ini juga masih berlaku di salah satu klinik di Kota Banjarmasin. Seperti di Klinik Tirta Medical Center,  Rp 690 ribu hingga Rp 900 ribu.

"Kalau untuk yang satu hari hasilnya keluar biayanya Rp 900.000. Sedangkan untuk yang hasil keluar besok,  Rp 690.000," kata Kepala Cabang Klinik Tirta Medika Center, Dokter Maulida. 

Menanggapi instruksi Presiden, Dokter Maulida, mengatakan pihaknya akan secepatnya menyesuaikan harga.

"Kami akan koordinasi dulu dengan vendor-vendor supaya bisa secepatnya menyesuaikan harga," tutupnya. 

( Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved