Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tarif PCR Masih Lebih Mahal dari Tiket, Klinik Bandara Syamsudin Noor Tunggu Aturan Kemenkes

Klinik Bandara Syamsudin Noor hingga kini belum menurunkan tarif layanan tes swab PCR

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Ilustrasi-Petugas di Puskesmas Pekauman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sedang melakukan pengambilan sampel swab. Dalam waktu dekat, Pemko Banjarmasin bisa melakukan pemeriksaan spesimen dari sampel swab karena telah memiliki alat PCR yang ditempatkan di RSUD Sultan Suriansyah. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Klinik Bandara Syamsudin Noor yang biasa melayani pemeriksaan screening virus corona (covid-19) dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) hingga kini belum menurunkan tarif layanannya. 

Tarif PCR Bandara Syamsudin Noor yang berlokasi di halaman parkir (Port Healt) nya, masih dikenakan tarif Rp 777.000 ribu yang reguler dan non reguler Rp 888.0000.

Humas PT Angkasa Pura Bandara Internasional Syamsudin Noor, Zulfian Noor, dikonfirmasi, menjelaskan Bahwa untuk di klinik Bandara sementara belum menurunkan tarif PCR

"Klinik yang menjelaskan adalah pihak ketiga. Dan pihak ketiga ini masih menunggu dari ketetapan Kementerian Kesehatan. Kalau sudah ada surat  tembusan, maka juga akan menurunkan tarifnya. Tapi hari ini tarif masih normal (Rp 777.000 dan Rp 888.000)," kata Zulfian Noor. 

Baca juga: Pemerintah Tetapkan HET Tes PCR, Rp 495 Ribu di Jawa-Bali dan Rp 525 Ribu Wilayah Lain

Baca juga: Kabar Penurunan Biaya Tes PCR di Banjarmasin Pasca Instruksi Presiden Joko Widodo

Diakuinya bahwa pihak ketiga di Port Heat Syamsudin Noor, pasti akan menyesuaikan tarif PCR jika sudah ada ketentuan dari Kemenkes atau pemerintah. 

Diketahui, Presiden RI telah memerintahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk menurunkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan screening virus corona (covid-19) melalui metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) menjadi Rp495 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan R p525 untuk daerah luar Jawa-Bali. 

Adapun warga di Banjarbaru, Musleh, mengaku sangat keberatan dengan tarif PCR yang melebihi dari harga tiket ini. 

"Saya tadinya mau ke Malang Jawa Timur. Tapi melihat harga PCR Rp 800 ribu saya tak jadi ke Malang. Soalnya harga PCR nya lebih mahal dari tiketnya. Tiketnya memang normal Rp 400 hingga Rp 600 ribu dapat. Kalau sama PCR 800 ribu kan jadi Rp 1,4 juta untuk satu orang, kalau Pulang pergi sudah berapa, berat di ongkos, " keluh Musleh. 

Sementara warga lainnya di Banjarbaru, Rahmiati mengaku masih keberatan jika tarif PCR Rp 500 ribu.

"Ya kalau orang penghasilan menengah kayak itu bisa dibeli mas. Kalau seperti saya kerjanya serabutan begini berat untuk bayar PCR. Kalau bisa gratis kan saja PCR itu, seperti dulu," kata Rahmiati. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved