Berita Batola

Vaksinasi Dosis Ketiga, Batola Mulai Gunakan Vaksin Moderna Untuk Nakes

Gelombang pertama vaksinasi Covid- 19 dosis ketiga di Kabupaten Barito Kuala mulai dilaksanakan Senin (16/8/2021).

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri
Sejumlah nakes yang mengikuti vaksinasi dosis ketiga, berupa vaksin Moderna di Dinas Kesehatan Barito Kuala, Senin (16/8/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Gelombang pertama vaksinasi Covid- 19 dosis ketiga di Kabupaten Barito Kuala mulai dilaksanakan Senin (16/8/2021).

Berbeda dari vaksianasi sebelumnya yang menggunakan Sinovac, kali ini vaksin yang hanya disuntikkan dengan dosis sekali saja, yakni Moderna.

Diungkapkan Azizah Swi Widari, Kepala Dinas Kesehatan Barito Kuala, pada gelombang pertama ini terdapat 98 tenaga kesehatan (nakes) yang menerima suntikan vaksin Moderna.

"Jadi 98 orang nakes ini berasal dari tujuh Puskesmas, dari total keseluruahan 867 tenaga kesehatan yang ada di Batola," bebernya

Baca juga: VIDEO Nagita Slavina Akhirnya Ikuti Vaksinasi ke 2 di Kejaksaan Negeri Tanahbumbu

Baca juga: Nagita Slavina Akhirnya Ikuti Vaksinasi ke 2 di Kejaksaan Negeri Tanahbumbu

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat, Pencairan BLT Dana Desa 93 Warga Desa Ulang Kandangan Mandek

Baca juga: Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Jenis Moderna Mulai Dibuka di Puskesmas-puskesmas di Banjarmasin

Azizah pun menyampaikan, sesuai Instruksi Kementerian Kesehatan, vaksin Moderna diprioritaskan untuk nakes yang langsung melayani masyarakat di fasilitas kesehatan, termasuk apoteker dan belum diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Mengenai penyuntikan dosis ketiga ini, rencanamya dilakukan secara bertahap, dari 16 hingga 26 Agustus 2021. Tahapan ini dilakukan agar menghindari kerumunan, juga diupayakan tidak mengganggu jadwal operasional di Puskesmas.

Adapun terkait kondisi vaksinasi secara umum yang masih berlangsung di Kabupaten Barito Kuala, Azizah mengakui adanya kekurangan stok yang disuplai pemerintah pusat maupun dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini menimbulkan terlambatnya berjalannya vaksinasi dari target yang menjadi sasaran.

"Kita memang kekurangan stok vaksin, padahal antusias masyarakat cukup tinggi untuk menjalani vaksinasi," Imbuhnya.

Disampaikan Dwikorawati, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Batola, target vaksinasi di Bumi Ije Jela sebanyak 244.000 jiwa.

Namun saat ini keseluruhan baru mencapai 26.414 orang atau setara 10,8 persen. 18.055 jiwa di antaranya atau setara7,4 persen telah disuntik untuk dosis kedua. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved