Breaking News:

Harga Emas Hari Ini

Harga Emas 18 Agustus 2021 Naik Tipis, Wabah Corona dan Berita Buruk Dunia Turut Memengaruhi

Rabu (18/8) pukul 7.10 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.786,31 per ons troi, menguat dari penutupan perdagangan kemarin

Editor: M.Risman Noor
Shutterstock
emas batangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mewabahnya virus Corona dan banyaknya berita buruk di dunia turut memengaruhi harga emas dunia.

Harga emas naik tipis, Rabu (18/8) pukul 7.10 WIB. Data terbaru, harga emas spot berada di US$ 1.786,31 per ons troi, menguat dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.786,19 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange menguat ke US$ 1.788,20 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.787,80 per ons troi.

Sementara, dolar yang lebih kuat menjadi penahan penguatan harga emas lebih tinggi.

Baca juga: Kian Menghijau, Harga Bitcoin Hari Ini Tembus US$ 48.000

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Emas Antam dan UBS Bergerak Stagnan di Hari Kemerdekaan RI

"Imbal hasil Treasury AS memberi emas sedikit perlindungan, dan kami melihat kemungkinan inflasi yang lebih tinggi tanpa kenaikan suku bunga," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

Dilansir kontan.co.id, harga emas yang juga safe haven bertahan di tengah rilis data penjualan ritel AS yang mengecewakan, meningkatnya infeksi Covid-19 di seluruh dunia dan gejolak di Afghanistan mengurangi selera untuk aset berisiko seperti ekuitas.

Ilustrasi emas batangan - Harga emas terkoreksi, karena kekhawatiran kesepakatan stimulus AS.
Ilustrasi emas batangan - Harga emas terkoreksi, karena kekhawatiran kesepakatan stimulus AS. (REUTERS/Toru Hanai/File Photo)

Emas sering bersaing dengan dolar sebagai safe haven selama ketidakpastian politik dan keuangan. Penguatan dolar yang lebih tinggi juga membuat emas lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Fokus pasar sekarang beralih ke risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Investor akan mencermati isyarat pengurangan stimulus bank sentral AS pada risalah tersebut.

"Kami percaya kemungkinan bahwa pengurangan pembelian aset yang akan datang sudah diperhitungkan dalam harga emas, tetapi laju pengurangan tersebut masih cukup tidak pasti," kata analis HSBC James Steel dalam sebuah catatan.

Baca juga: VIDEO Kepala DPMPTSP Kalsel Sebut Singapura Terbanyak Dalam Proyek Investasi

"Peristiwa Afghanistan biasanya tidak menggerakkan emas, tetapi kemenangan Taliban yang cepat dan tampaknya lengkap dapat secara tidak langsung mendukung aset safe haven seperti emas batangan, meskipun hanya sedikit. Dampaknya pada emas mungkin lebih besar dari yang dibayangkan sebelumnya," imbuh Steel.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved