Breaking News:

Berita Kalteng

Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Kumai Kalteng, Basarnas Terima Laporan Sehari Setelah Kejadian

Pencarian kapal nelayan tenggelam di Perairan Kumai Kalteng kembali dilakukan Rabu (18/8/2021) dengan menambah personel

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
Basarnas Palangkaraya
Tim Basarnas Palangkaraya, Kalimantan Tengah saat melakukan pencarian korban kapal tenggelam diperairan Kumai Kotawaringin Barat, Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Basarnas atau lembaga pencarian dan pertolongan Kota Palangkaraya, mendapatkan informasi KM Putri Ayu 3 tenggelam di Laut Jawa Perairan Kumai 60 kilometer dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, Selasa (17/8/2021) atau sehari setelah kecelakaan kapal Senin (16/8/2021) dinihari.

Namun begitu, pihaknya bersama tim pencari korban lainnya baru melalukan pencarian Selasa (17/8/2021) sore, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian kembali dilakukan Rabu (18/8/2021) dengan menambah personel yang dberangkatkan dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Kota Palangkaraya, Muhammad Hariyadi, Rabu (18/8/2021) menceritakan, kapal sebelum tenggelam bertolak dari Muara Baru Jakarta ke lokasi pencarian okan di Laut Jawa sekitar 60 kilometer dari Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) sejak 10 Agustus 2021.

Baca juga: Kapal Pencari Ikan Asal Jakarta Berisi 13 orang Tenggelam di Perairan Kumai Kalteng

Baca juga: Kapal Nelayan Jakarta Tenggelam di Perairan Kumai Kalteng, 7 Orang Masih Hilang

Kemudian kapal mengalami musibah Senin (16/8/2021) dinihari sesaat setelah para nelayan melakukan pencarian ikan di lokasi tersebut.

Kapal tenggelam dihantam ombak saat cuaca buruk dinihari tersebut.

"Kapal itu dipastikan tenggelam setelah saya konfirmasikan kepada pemiliknya yang membenarkannya," ujarnya.

KM Putri Ayu 3 merupakan kapal pencari ikan yang terbuat dari bahan kayu, dan sudah sering melalukan pencarian ikan di sekitar kawasan tersebut.

Beberapa warga Kobar, mengatakan, operasi pencarian ikan atau cumi-cumi memang biasnaya dilakukan malam hari di sekitar lokasi tersebut.

Bahkan biasanya, nelayan yang mencari ikan di sekitar lokasi kapal tenggelam hingga mendekati pantai atau darat jumlahnya cukup banyak.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Dua Unit Rumah dan Satu Bedakan di Kompleks Maritam Balangan Dihanguskan Api

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banjarmasin Tinggi, Penerapan PPKM Level 4 Diperketat Seperti PSBB

"Jika dilihat malam hari kapal-kapal itu pakai lampu terang jadi tampak berjejer di sekitar pantai," ujar Razak salah satu warga Kumai.

Basarnas Palangkaraya memberikan data nama penumpang kapal yang selamat 5 orang dan satu orang meninggal dunia serta yang hilang sebanyak 7 orang.

Jumlah korban sebanyak 13 orang yakni 5 selamat, 1 meninggal dunia dan 7 masih dalam pencarian.

Data Korban Selamat, 5 Orang yakni :
1. Abdul Wahid
2. Ahmad Royani
3. Yendri Putra
4. Toridin
5. Wasiman

Meninggal Dunia : 1 Orang
1. Toiman

Dalam Pencarian : 7 Orang
1. Tomy Bagus Putra
2. M. Fery Irawan Mustafa
3. Rahmad Hidayat
4. Sarul Gunawan
5. Ikhwanul Mukminin
6. Mamuri
7. Nashekin

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved