Breaking News:

Puasa Asyura

Mengenal Tradisi Membikin Bubur Asyura, Syarat Makna Peristiwa Penting

Memasuki 10 Muharram 1443 H, salah satu tradisi di Kalimantan Selatan setiap 10 Muharram adalah membuat bubur asyura.

Penulis: Noor Masrida | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
para ibu dibantu kaum lelaki memasak sajian bubur sebagai tradisi 10 Muharam 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki 10 Muharram 1443 H, salah satu tradisi di Kalimantan Selatan setiap 10 Muharram adalah membuat bubur asyura.

Selain disunnahkan berpuasa, memasuki hari Asyura juga disunnahkan mengusap dan menyantuni anak yatim.

Sementara, bubur asyura yang dibuat bergotong royong dibagikan secara gratis.

Dalam tradisinya, bubur Asyura hanya dimasak pada 10 Muharram atau saat pelaksanaan Puasa Asyura.

Baca juga: BACAAN Doa Berbuka Puasa Asyura Dibaca Saat Kumandang Adzan Maghrib, Simak Keutamaan Puasa Asyura

Baca juga: VIDEO Tradisi 10 Muharram 1443 Hijriah di Banyiur Muara, Warga Bikin Bubur Asyura 41 Bahan

Bubur Asyura dibuat untuk disantap bersama, baik oleh mereka yang berpuasa sebagai hidangan untuk berbuka maupun yang tak berpuasa.

Biasanya, pembuatannya dilakukan secara berama-ramai dan bergotong royong.

Di Banjarmasin, biasanya dilakukan oleh masyarakat di perkampungan.

Warga memasak bubur asyura pada Kamis (19/8/2021) siang, yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1442 Hijriyah.
Warga memasak bubur asyura pada Kamis (19/8/2021) siang, yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1442 Hijriyah. (Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

Setiap kali membuat bubur Asyura, jumlahnya tak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 2 blek beras.

Sedangkan lauknya ada dua macam, yaitu daging dan ayam.

Bubur olahan mereka dicampur dengan 41 macam rempah serta sayur-sayuran, maka selain bergizi, juga rasanya bertambah lezat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved