Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pedagang di Pasar Antasari Banjarmasin Ini Meringis, Penghasilan Semakin Merosot

Sejumlah pedagang di Pasar Antasari, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, alami penurunan pendapatan hingga 70 persen di masa penrapan PPKM Level 4.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Pasar Antasari di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (19/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama PPKM Level 4, sejumlah pedagang di Pasar Antasari,  Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, harus menerima keadaan merosotnya penjualan.

Seperti yang diutarakan Amel, pedagang parfum di lantai dasar, penjualannya jauh merosot karena pengunjung sepi. 

"Kadang ada yang terjual dan kadang pula tidak. Ya, kalau ada yang laku, Alhamdulillah. Disyukuri saja apa yang didapat," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (19/8/2021).

Biasanya, pengunjung Pasar Antasari tidak hanya warga Banjarmasin, tapi juga dari luar kota. Bahkan lintas provinsi. Menurutnya, penurunan pengunjung dari luar Banjarmasin ini yang sangat terasa. 

Baca juga: Obyek Wisata Kalsel Sepi Selama Penerapan PPKM, Pemandu Hilang Order

Baca juga: VIDEO Selada Hidroponik di Banjarbaru Stabil di Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram

Sedangkan Yanto, penjual minuman segar di depan pintu masuk, mengaku penurunan penjualan sekitar 70 persen. 

"Untuk makan sehari-hari saja sudah lumayan. Kalau tidak jualan dan diam di rumah, malah bingung lagi, bagaimana memenuhi makan harian," ucapnya.

Sejak PPKM Level 4, lanjutnya, pukul 17.00 Wita sudah beranjak pulang. Sebab sejumlah toko besar yang biasa tutup malam, saat sore sudah tutup sehingga para pengunjung juga berkurang.

"Sebelumnya, hingga pukul 20.00, masih ada pengunjung dan jualan kami juga laku," tukasnya.

Baca juga: Hunian Makin Terpuruk Saat PPKM Level 4, Pengelola Hotel Meminta Keringanan Pajak

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Tahu Pong Ikutan Naik Jadi Rp 450 Per Biji di Banjarbaru

Diakui Lukman, PKL lainnya di Pasar Antasari, kadang hanya memperoleh keuntungan Rp10 ribu untuk dibawa pulang.

"Sedih juga dapat hasil begini, tapi bagaimana juga harus dicukup-cukupkan. Sebab, mau bagaimana lagi. Mudah-mudahan cepat pulih kondisi ini dan bisa kembali normal," harapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved