Breaking News:

Krisis Garuda Indonesia

Garuda Alami Krisis Keuangan, 1.691 Karyawan Ditawarkan Pensiun Dini & Sisanya Potong Gaji 50 Persen

Sebanyak 1.691 karyawan bergerak di maskapai penerbangan ini ditawarkan pensiun dini demi memulihkan keuangan Garuda Indonesia.

Editor: M.Risman Noor
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Pramugari menunjukkan kabin pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 NEO saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019). Garuda menunda sementara sejumlah rute penerbangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Krisis finansial dialami PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). 

Sebanyak 1.691 karyawan bergerak di maskapai penerbangan ini ditawarkan pensiun dini demi memulihkan keuangan Garuda Indonesia.

Langkah ini diambil mengingat pandemi tak kunjung mereda dan membuat Garuda Indonesia harus melakukan langkah efisiensi.

Tercatat, sampai dengan saat ini jumlah karyawan pensiun dini mencapai 1.691 orang. Program ini sebelumnya telah ditawarkan Garuda Indonesia dari tahun 2020. Tepatnya saat terjadi penurunan jumlah penumpang akibat dampak Covid-19.

Baca juga: Total Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 3.908.247, Kemenkes : Pandemi Bakal Jadi Endemi

Baca juga: Pendapatan Merosot Terdampak Pandemi, Sukamta Tekankan Efisiensi Penggunaan Anggaran

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, program pensiun dini di tahap I yang telah dilaksanakan tahun 2020 dan diikuti oleh 591 karyawan.

“Dengan berat hati perusahaan melakukan langkah-langkah yang dinamakan rasionalisasi sumber daya manusia dengan tetap memperhatikan hak-hak karyawan,” kata Irfan dalam paparan Public Expose secara virtual, Kamis (19/8).

Dilansir kompas.com, Sementara pada tahap II tahun 2021, program pensiun dini telah diikuti oleh sebanyak 1.100 karyawan Garuda Indonesia. Irfan bilang, dalam tahap II, eksekusi program akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perusahaan.

Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). (dok. Instagram @garuda.indonesia)

GIAA Chart by TradingView

“Program tersebut masih berjalan secara bertahap dan diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 30 juta per bulan yang akan dialokasikan dari dana operasional perusahaan,” tambah Irfan.

Selain program itu, Garuda juga telah melalukan langkah-langkah rasionalisasi SDM yang meliputi penyelesaian kontrak yang dipercepat bagi pegawai dengan status pegawai tidak tetap atau kontrak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved