Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tarif PCR Turun, Penumpang Pesawat di Bandara Syamsudin Noor Masih Sepi 

Meski Tarif PCR hari ini turun. Namun, penumpang pesawat di Bandara Syamsudin Noor masih sepi

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Humas Pemko Banjarbaru
Ilustrasi-Swab PCR 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Klinik kesehatan di Bandara Internasional Syamsudin Noor hari ini menurunkan biaya tes polymerase chain reaction (PCR).

Tarif PCR yang tadinya di klinik ini dipatok sampai Rp 888 ribu kini hanya menjadi Rp 525 ribu.

Penurunan tarif tes PCR sendiri menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang batas maksimal biaya tes PCR di luar Pulau Jawa Bali, Rp 525 ribu. 

Meski harga PCR sudah turun. Tapi penumpang masih sepi.

Baca juga: Tarif PCR Kini Turun, Kemenkes Tetapkan Rp 495 Ribu untuk Jawa dan Bali

Baca juga: Tarif PCR Masih Lebih Mahal dari Tiket, Klinik Bandara Syamsudin Noor Tunggu Aturan Kemenkes

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, Jumat (20/8/2021) menjelaskan saat ini jumlah penumpang masih stabil seperti PPKM sebelumnya. 

"Jika masih PPKM kemungkinan masih tetap. Mungkin kalau nanti sudah masuk level 2 dan 1 baru meningkat," tandas Ahmad Zulfian Noor

Diterangkannya, selama PPKM level 4 jumlah penumpang di Bandara Internasional Syansudin Noor turun signifikan. 

"Biasanya penumpang kita setiap harinya rata-rata 2 ribu lebih per bulan, sekarang cuma sekitar 800 per bulan," kata dia.

Masih Zulfian menerangkan, penumpang jauh menurun karena masyarakat lebih memilih menunda perjalanan, dibandingkan harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya tes PCR.

"Juga masih banyak warga yang belum bervaksin. Karena syarat terbang juga wajib sudah divaksin," runutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved