Breaking News:

Pinjol Ilegal

CARA Mudah Cek Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Via ojk.go.id dan Whatsapp 081157157157

Masyarakat kini bisa mengecek status pinjol yang dipilihnya melalui situs resmi OJK di ojk.go.id atau melalui Whatsapp di 081157157157

Editor: Anjar Wulandari
ojk.go.id
Ciri-ciri Pinjol Ilegal menurut OJK. CARA Mudah Cek Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Via ojk.go.id dan Whatsapp 081157157157 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Seiring kemajuan teknologi digital, layanan pinjaman online ( Pinjol) pun semakin banyak. Namun masyarakat harus waspada, lantaran banyak juga pinjol ilegal alias rentenir online yang siap menjerat.

Agar tidak terjebak dengan layanan Pinjol ilegal, masyarakat kini bisa mengecek status pinjol yang dipilihnya melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) di ojk.go.id atau melalui Whatsapp di nomor 081157157157.

Berikut ini cara mudah mengecek aplikasi pinjaman online ilegal via kedua channel tersebut.

Diketahui bersama, layanan pinjol bisa menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang terdesak kebutuhan.

Namun, perlu diingat tidak semua layanan pinjol itu resmi dan diawasi oleh OJK.

Bagi anda yang sedang membutuhkan dana segar dan mau tak mau ingin memanfaatkan jasa pinjol, ada baiknya berhati-hati memilih pinjol resmi.

Baca juga: Pernyataan Pengusaha Jusuf Hamka Diperas Bank Syariah Jadi Viral, MUI dan OJK Langsung Bereaksi

Baca juga: Waspada Uang Pinjol Tiba-tiba Masuk Rekening, Ini yang Disarankan OJK

Sebab ada banyak aplikasi pinjol ilegal yang beroperasi tidak sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 tahun 2016, tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi.

Padahal, layanan pinjaman online ilegal sangat merugikan peminjam.

Dari beberapa kasus yang terjadi, nasabah ditagih dengan jumlah yang berkali-kali lipat dibanding uang yang dipinjam.

Hal ini pernah dialami pegawai Pemerintah Kabupaten Boyolali yang ditagih hutang Rp 75 juta setelah meminjam uang Rp 900.000 kepada pinjol ilegal. Selain itu, cara penagihannya pun dinilai tidak beretika dan kerap mengintimidasi nasabah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved