Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

Ibu Hamil Terpapar Covid-19, Begini Cara Penanganannya Menurut dr Kandungan RS Siloam Palangkaraya

Rumah Sakit Siloam Palangkaraya, mengedukasi calon ibu dan ibu rumah tangga melalui webinar "Positif Covid Saat Hamil? Jangan Panik!"

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
dr. Reza Wangsanagara, Sp.OG., FICS Spesialis Kandungan dari Rumah Sakit Siloam Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Mengandung janin dalam masa Pandemi Covid-19 menjadi hal yang merisaukan bagi sebagian ibu di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Betapa tidak, selain ibu hamil rawan tertular, bayi yang dikandung pun berisiko yang sama.

Keresahan sebagian ibu hamil di Kalimantan Tengah, ini direspons oleh Rumah Sakit Siloam di Jalan RTA Milono Palangkaraya, dengan memberikan edukasi kepada calon ibu dan ibu rumah tangga setempat melalui forum diskusi webinar kanal zoom Siloam Hospital Palangkaraya bertajuk "Positif Covid Saat Hamil? Jangan Panik!".

Dr. Reza Wangsanagara, Sp.OG., FICS dari Rumah Sakit Siloam Palangkaraya, mengungkapkan, ada dua hal yang harus dilakukan pasangan suami istri jika mengetahui salah satu pasangan atau ibu yang mengandung terpapar corona terutama harus tenang.

Baca juga: Kejati Kalteng Gelar Vaksinasi Massal, Berikan 500 Dosis Vaksin Covid-19

Baca juga: Narkoba Kalteng : Geledah Rumah Kontrakan di Sampit, Polisi Kotim Ringkus 2 Pengedar Sabu

"Singkirkan rasa panik atau rasa gelisah karena tertular saat hamil. Kepanikan yang berlebihan dapat menurunkan imunitas untuk kekebalan tubuh ibu hamil, kemudian yang tak kalah penting asupan supplemen, dan nutrisi yang baik untuk gizi ibu hamil harus tetap di jaga," ujarnya, Sabtu (21/8/2021).

Dokter spesialis kandungan yang praktik tetap di Rumah Sakit Siloam Palangkaraya ini mengungkapkan, suplementasi yang dapat diberikan kepada Ibu hamil terkonfirmasi positif virus Corona diantaranya, Vitamin D, 1000-5000 IU/ hari, Vitamin C Non Acidic 500 mg, Multivitamin tambahan dari C, B, E, Zinc.

Dapat diberikan Paracetamol 500mg apabila demam.
Pemberian Antivirus tidak rutin diberikan, sebaiknya konsultasi dokter terlebih dahulu.

"Perhatikan tanda atau gejala pada ibu hamil yang sedang menjalani isolasi mandiri utuk segera dibawa ke rumah sakit, seperti demam tinggi di atas 38"C, frekuensi bernafas di atas 24 kali permenit, denyut nadi di atas 100 kali petmenit, sesak napas, keringat dingin atau jika ada tanda-tanda bahaya dari kehamilan," ujar Reza.

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Minta Masyarakat Proaktif Awasi Penerapan Tarif Baru Pemeriksaan RT-PCR

Baca juga: Top 3 Besar Lida, Ratna Duet dengan Titi DJ, sang Diva Belajar Cengkok Dangdut dari Wakil Kalsel

Tanda bahaya yang disampaikan berupa nyeri kepala, keluar darah hingga adanya air ketuban yang keluar.
"Selalu berpikir positif, hindari stress serta iringi selalu kegiatan selama masa kehamilan dengan banyak berdoa agar hati mendapatkan ketenangan," ujarnya lagi.

Mengacu pada data yang dikeluarkan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia ( POGI), setidaknya dalam kurun waktu setahun terakhir (April 2020 - April 2021) di masa Pandemi Covid-19 hingga saat ini, terkonfirmasi sebanyak 536 ibu hamil positif sebanyak 3 persen diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Untuk pemberian vaksin Ibu Hamil dan menyusui disarankan tetap menjadwalkan untuk menerima Vaksin Covid-19 untuk menekan berbagai potensi kegawatdaruratan karena vaksinasi terbukti mampu mencegah risiko gejala berat, sekaligus mencegah komplikasi kehamilan pada masa persalinan.

"Pemberian ASI tetap dapat diberikan selama periode menyusui paska melakukan vaksinasi. Vaksin juga tidak berkaitan dengan risiko keguguran atau kelainan kongenital pada janin," ujar Reza.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved