Breaking News:

Berita Batola

Lihat Peluang Usaha Besar, ASPI Batola Ajukan KUR untuk Bertanam Porang

Budidaya porang belakangan ini nampak menjadi primadona baru di Provinsi Kalimantan Selatan.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Trisno
Petani porang di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Budidaya porang belakangan ini nampak menjadi primadona baru di Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal terjadi di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Kota Baru, Kabupaten Balangan dan beberapa daerah lainnya termasuk di Kabupaten Barito Kuala.

Kemarin, Senin (23/8/2021), melalui Asosiasi Porang Indonesia (ASPI) Barito Kuala, belasan petani budaidaya porang mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Nasional Indonesia (BNI).

Penandatanganan akad kredit dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, oleh kedua belak pihak.

Baca juga: Petani Kalsel Ekspor Porang Dalam Bentuk Chip, Harga Mencapai Rp60 Ribu per Kilogram

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Porang, Bangun Industri Shirataki di Madiun Jawa Timur

Baca juga: Harga Porang Basah Stabil Rp 7.000 Per Kilo, Petani Dapat KUR dari Pemerintah

Baca juga: Petani Porang Memakai Pengeringan Matahari, Dinas Pertanian Balangan Tawarkan Oven

Disampaikan Wakil Pimpinan Sentra Bisnis SME Alvin Sebastian Pandy, untuk penyaluran kredit ini dengan model KUR lintas musim yang sifat pembayarannya transaksional yaitu bayar setelah panen.

Sehingga pembiayaan petani porang khususnya untuk pembelian pupuk, bibit, pengolahan lahan bisa dibuat rencana anggaran biaya atau rencana kebutuhan usaha. Dengan maksimal pinjaman 50 juta rupiah.

Disampaikan Ketua ASPI Batola, Trisno Subroto, di daerahnya, tanaman kategori umbi-umbian ini sudah dilakukan penanaman sejak tahun 2019 lalu.

Dengan memanfaatkan lahan penanaman di pekarangan rumah, tumpang sari dengan tanaman sayuran.

"Untuk saat ini ada 25 petani yang tergabung mengembangkan budidaya porang ini dengan luasan masing-masing satu hektar," ucapnya.

Di samping itu Trisno juga memaparkan, porang mampu bertahan baik di lahan gambut yang mereka tanami. Dengan hasil per umbi atau batang hingga berat 5 kilogram. Sedangkan harga jual perkilo mencapai 8 ribu rupiah

Dengan adanya hasil yang bagus dan menjanjikan ini, petani pun memberanikan diri untuk melakukan peminjaman KUR. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved