Breaking News:

Berita HSU

VIDEO Jadi Mata Pencarian Warga, Halaman Rumah di HSU Difungsikan untuk Ternak Itik

Di Desa Simpang Tiga Kecamatan Amuntai Selatan. Tampak pemandangan pemanfaatan halaman rumah untuk memelihara itik.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Beternak itik mayoritas dijalankan masyarakat di Hulu Sungai Utara (HSU). Tak heran, komoditi ternak ini ada di setiap rumah penduduk terutama di wilayah pedesaan.

Begitu pula saat melewati jalan di Desa Simpang Tiga Kecamatan Amuntai Selatan.  Tampak pemandangan pemanfaatan halaman rumah untuk memelihara itik.

Berbeda jika biasanya halaman dimanfaatkan untuk menanam tanaman, di desa ini sudah biasa menggunakan halaman untuk memelihara itik. 

Seperti yang dikatakan Masran, warga Desa Simpang Tiga, dirinya memanfaatkan halaman untuk pembesaran itik sebelum dimasukkan dalam kandang. Saat ini, memiliki dua kandang yang ada di depan rumahnya. 

Baca juga: Kuliner Kalsel, Itik Panggang Bakambit dan Pizza Pomaton, Menu Khas Two Seasons Al Maidah Bincau

Baca juga: Cegah Penyakit Avian Influenza, Disnak Keswan Tala Lakukan Vaksinasi pada Ternak Itik

Baca juga: Toilet Taman Patung Itik Amuntai Kabupaten HSU tak Terawat, Muncul Bau Tak Sedap

Satu kandang untuk itik usia satu minggu dan satu lagi untuk usia diatas satu bulan.

Ditambahkan Masran, sudah biasa dan banyak juga warga yang memanfaatkan halaman rumah untuk memelihara itik. Namun hanya untuk pembesaran di usia dua bulan dipindahkan ke kandang. 

Halaman untuk memelihara itik terbuat dari pagar jaring dan bagian tanahnya diberi batang padi kering agar tidak becek dan tidak terlalu bau. 

Dalam satu hari untuk usia itik dibawah dua bulan biasanya diberi makan sebanyak dua kali jika itik sudah bertelur diberi makan sebanyak tiga kali dalam satu hari. 

“Perlu waktu sekitar enam bulan untuk memelihara itik, mulai dari anakan sampai siap untuk dijadikan itik potong,” ujarnya.

Baca juga: Selain Genjot Populasi Sapi, Tala Kembangkan Sentra Itik Unggul Lokal di Dua Kecamatan

Ditambahkan Masran, dirinya juga memelihara itik hasil kawin silang, yaitu itik japun dan itik banar. Untuk jenis ini biasanya harganya lebih mahal. Satu ekor itik bisa terjual dengan harga Rp 100 ribu.

Dia menjual langsung di pasar, ada langganan yang membeli dalam jumlah banyak untuk dibawa ke Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved